Atap Rumah Warga Jember Hancur Tersambar Petir, Satu Orang Dilarikan ke Puskesmas

© mili.id

Atap rumah warga di Jember hancur tersambar petir (Foto: Ist)

Jember - Atap rumah warga di Dusun Semek, Desa Sumberjambe, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember hancur tersambar petir, Selasa (9/1/2024).

Rumah itu diketahui milik Rema alias Bu Seh. Atap rumahnya tersambar petir saat hujan deras disertai angin kencang atau hujan angin menerjang, sekitar pukul 15.00 WIB.

Akibat peristiwa itu, Bu Seh, pemilik rumah dilarikan ke Puskesmas Sumberjambe karena mengalami trauma berat.

Penanganan terhadap rusaknya atap rumah ini melibatkan Sahabat Tagana Dinsos Jember bersama relawan bencana, perangkat desa dan jajaran OPD lainnya.

"Rumah ini ditinggali tiga orang. Suami, istri, dan anak," jelas Kepala Dinsos (Kadinsos) Jember, Ahmad Helmi Lukman.

Saat petir menyambar, Bu Seh hanya seorang diri di dalam rumah. Sedangkan suami dan anaknya sedang berada di luar.

"Keluarga yang lain saat itu ada di rumah tetangga. Setelah tersambar petir, atap rumah rusak berat, plafon dan genteng sampai ambruk, kaca rumah pecah semua. Bahkan tembok rumah sampai retak. Perabotan rumah juga hancur karena kejatuhan material genteng dan plafon," beber Helmi.

Menurut Helmi, meski korban tidak sampai terluka, tapi mengalami trauma berat.

"Korban dievakuasi ke puskesmas setempat, karena kondisinya trauma berat. Alhamdulillah tidak sampai ada luka, tapi karena kaget itu jadi butuh penanganan medis," ujarnya.

Selanjutnya, kata Helmi, pihaknya melakukan penanganan dan assessment di lokasi.

"Kami membantu melakukan pembersihan. Kita kirim kebutuhan untuk keluarga itu. Mulai dari asbes, baju, kasur spon, selimut, dan sarung," bebernya.

Dinsos Jember juga mengirimkan dua paket sembako.

Dan terkait perbaikan rumah korban, Dinsos Jember akan melakukan kerjasama dan koordinasi dengan dinas terkait.

"Kita akan kolaborasi dan koordinasi dengan Dinas PU Cipta Karya, nanti apa yang bisa didukung. Juga ada bantuan lain dari BPBD Jember untuk membantu keluarga terdampak. Tidak menutup kemungkinan juga, kita dibantu warga yang mampu, perangkat atau pihak desa," jelasnya.

"Intinya dari kami (Dinsos Jember) sifatnya hanya sebagai stimulan untuk bisa mengungkit kepedulian masyarakat, juga warga sekitar," tandas Helmi.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait