Dukuh Kupang Barat I Kota Surabaya Langganan Banjir Tiap Hujan Deras

© mili.id

Tangkapan Layar Video Banjir Rekaman Warga (dok. Chandra/for mili.id)

 

Surabaya - Bisa dipastikan setiap hujan deras, kawasan Dukuh Kupang Barat I Surabaya akan banjir hingga setinggi lutut orang dewasa.

Hal ini seperti diutarakan Chandra, warga setempat jika setiap hujan deras rumahnya pasti kebanjiran. Sehingga pria pemilik usaha rumah studio itu berjibaku membendung debit air, yang merangsak masuk ke rumah setinggi lutut, Selasa (9/1) sore.

"Tadi banjir sampai di atas lutut, padahal hujan cuma berapa menit, air mulai keluar (meluap) dari sungai," ucap Chandra, mengibas genangan air.

Sambil beraktivitas, Chandra berkisah, wilayah tempat ia tinggal itu sering kali diterjang banjir kiriman dari sungai. Katanya, saking seringnya warga sampai sudah memasangi bendungan di celah pintu rumahnya.

"Sering di sini, pembangunan gorong-gorong bukan solusi. Air ke sini namun saluran buntu. Gorong-gorong dari besar mengecil. Beberapa waktu lalu sepaha, ini tadi selutut. Setiap hujan pasti banjir," katanya.

Sementara, terlihat dari kejauhan ada petugas DPKP Kota Surabaya. Sama berjibaku sedang mengendalikan air yang menggenangi ruas perlintasan Jalan di Dukuh Kupang Barat I Surabaya.

"Kita dapat info dari CC room mulai dari utara curah hujan tinggi. Akhirnya sebelum hujan tiba kita di sini, dan jam 4 lebih akhirnya banjir teratasi," ujar Komandan Regu DPKP Pos TVRI, Dimas.

Dari situ Dimas turut menjelaskan, bahwa tiap musim hujan tahun ini, dirinya selalu stand by untuk mengendalikan banjir dengan unit sedot air berkapasitas 3.000 liter.

Sehingga, dengan adanya bantuan alat mobil tangki penyedot air tersebut, petugas dengan mudah memindahkan air, menyedot, mengalihkan air dari sisi banjir, ke sisi resapan kering.

"Setiap curah hujan tinggi kita mengupayakan mengantisipasi. Berusaha semaksimal mungkin, dan memang dari curah hujan tinggi, ini menjadikan air naik (banjir)," terang Dimas.

"Upaya kami yaitu memindahkan air yang dari sisi kiri (banjir) ke sisi kanan, agar percepatan airnya cepat turun, masuk ke bawah," pungkas Dimas.

Editor : Aris S



Berita Terkait