Gus Kikin Jelaskan Posisi NU dalam Berorganisasi dan Berpolitik

© mili.id

Pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang, KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) - (Foto: Elok Aprianto/mili.id)

Jombang - Pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang, KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) menjelaskan posisi NU dalam berorganisasi dan berpolitik, usai ditunjuk sebagai Ketua PWNU Jatim.

Hal itu disampaikan Gus Kikin menjawab isu netralitas PWNU Jatim di tahun politik 2024.

"Saya kan nggak pernah ngomong (soal dukung mendukung). Memang semuanya datang ke sini (Ponpes Tebuireng). Saya menyatakan, saya harus menghormati semua tamu," ujar Gus Kikin di Ponpes Tabuireng Jombang, Kamis (11/1/2024).

Karena baginya, Nahdlatul Ulama (NU) merupakan rumah untuk membangun bangsa.

"Bagi saya, NU ini rumah untuk membangun bangsa. Sedangkan politik itu kan warga negara. Beda dengan NU, warga bangsa," terang dia.

"Jadi itu kita punya rumah, di mana kalau kita capek di luar sana, kita kembali sebagai warga bangsa," tambah Gus Kikin.

Terkait pandangan politik NU, Gus Kikin lebih menekankan pentingan membangun persatuan.

"Bagi kita, kalau yang di gressroot, bagaimana kita membangun persatuan. Karena NU, memang memikirkan umatnya. Meskipun memang harus mengikuti perpolitikan," sambung dia.

Dan terpenting dari NU adalah menjadi wadah untuk membangun persatuan.

"Kalau NU-nya, kita jadikan wadah untuk membangun kebersamaan, ukhuwah, persatuan. Itu penting," tegas Gus Kikin.

Saat ditanya bagaimana agar marwah NU kembali setelah diterpa isu politik, Gus Kikin mengingatkan arti sebuah organisasi.

"Kita kembalikan lagi bahwa NU itu organisasi, perkumpulan bagaimana kita membangun sebuah bangsa. Kalau urusan bernegara, baru melalui jalur politik. Tapi bisa pulang lagi ke NU untuk membangun ukhuwah itu tadi," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait