Mayat Pria di Pujon Malang Dipastikan Korban Pengeroyokan, Tiga Pelaku Ditangkap

© mili.id

Dua dari tiga tersangka pengeroyokan di Pujon, Malang (Foto: Muhammad Anam/mili.id)

Malang - Mayat pria yang ditemukan penuh luka di sungai dekat lapangan Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang dipastikan korban pengeroyokan.

Setelah melakukan penyelidikan mendalam, Tim Satreskrim Polres Batu menangkap tiga orang yang terlibat pengeroyokan tersebut.

Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Rudi Kiswoyo menjelaskan, ketiga pelaku yang diamankan merupakan warga Pujon. Mereka adalah EK (14), warga Desa Sebaluh; AR (18) warga Desa Maron, dan AS (19), warga Desa Madiredo.

"Kami amankan ketiga tersangka pada Senin 8 Januari 2024 kemarin di rumah masing-masing," jelas Rudi, Kamis (11/1/2024).

Baca juga: Temukan Banyak Luka Pada Mayat Pria di Pujon Malang, Polisi Buru Pelaku

"Dalam pemeriksaan sementara, mereka memukuli korban dengan tangan kosong, sebatang bambu dan sebongkah batu serta menusuk korban menggunakan pisau dapur," bebernya.

Dalam kasus ini, sebenarnya ada dua korban. Yaitu D (Danar), ditemukan tewas, dan Galih Wisnu (18), yang selamat karena berhasil kabur.

Terkait informasi bahwa para tersangka dalam pengaruh minuman keras (miras) saat mengeroyok korban, Rudi menyebut bahwa hal itu masih terus didalami.

"Detailnya akan kita sampaikan lagi. Kami masih pendalaman dan tahap pengembangan tersangka," tambahnya.

Rudi menambahkan, dalam pemeriksaan, ketiga tersangka mengaku peristiwa berawal dari adanya saling pandang. Itu terjadi saat korban Danar bersama rekannya, Galih hendak menonton bantengan di Desa Bendosari pada Sabtu 6 Januari 2024.

Sekitar pukul 23.00 WIB, kedua korban bertemu para tersangka di jalan pintas yang kondisinya sepi. Waktu itu salah satu tersangka memanggil korban.

"Kedua korban mengira itu teman mereka. Karena gelap, mereka turun dari motor dan mendekat. Tapi ternyata tak satupun dari mereka dikenal korban. Setelah itu ada obrolan yang membuat gesekan antara kelompok tersangka dan kedua korban," sambung Rudi.

Salah satu tersangka memukul bagian mata kanan tubuh Galih. Sedangkan tersangka lain ikut mengeroyok Danar, yang saat itu bermaksud melerai. Namun Danar dirangkul salah satu tersangka untuk menjauh.

Baca juga: Penemuan Mayat di Sungai Pujon Malang, Diduga Korban Pembunuhan

"Korban Galih berhasil menyelamatkan diri. Ia tidak tahu korban Danar dibawa ke mana. Ia berhasil bersembunyi dan menghubungi keluarganya. Tak berselang lama, Galih mengajak saudara korban Danar ke lokasi," ungkap dia.

Kemudian, sekitar pukul 01.00 WIB, mereka menerima informasi korban ada di jembatan Dusun Mbiyan, Desa Sukomulyo, Kecamatan Pujon. Namun saat ke sana, mereka hanya mendapati sejumlah barang milik Danar, seperti sandal, kaca mata dan ponsel.

"Untuk motor korban ditemukan tidak jauh dari lokasi awal diduga akan dibuang untuk menghilangkan jejak. Hingga pada Minggu (7/1/2024) pagi, sekira pukul 07.00 WIB, jenazah korban ditemukan tewas terapung dengan sejumlah luka di kepala dan tangan," tandasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait