Korban Kartu Tani di Probolinggo Bakal Lapor Propam Polda

© mili.id

Korban kartu tani saat melapor ke Polres Probolinggo. (Fades/Mili.id)

Probolinggo - Lima korban program kartu tani korban dugaan kasus pemalsuan dokumen dan perbankan melalui program kartu tani mendesak pihak kepolisian agar menetapkan tersangka dan bakal lapor ke Propam Polda Jatim.

Lawyer 5 warga Desa Banyuanyar Tengah, Asman Afif Ramadhan mengatakan, jika di tahun 2024 masih belum ada penetapan tersangka dari kasus pinjaman melalui program kartu tani, pihaknya akan melaporkan perkara ini ke Propam Polda Jawa Timur (Jatim).

"Kalau memang karena masih pengaduan, tidak ada penetapan tersangka di tahun 2021 lalu, maka kali ini karena sudah dinaikkan jadi LP (Laporan Polisi), kami harap segera ada tersangka," kata kuasa korban, Asman Afif Ramadhan, Kamis (11/1/2024).

"Kalau setelah dinaikkan LP masih belum ada tersangka, maka dipastikan perkara pemalsuan dokumen dan perbankan melalui program kartu tani ini akan kami laporkan ke Propam Polda Jatim," tambahnya.

Bahkan, menurut pria asal Surabaya itu, pihaknya juga menyiapkan semua barang bukti yang sudah dikumpulkan selama 2 tahun belakangan ini. Jika nanti, kata dia, pihak kepolisian membutuhkan saat pemeriksaan, pihaknya siap 100 persen memberikan semuanya.

"Kalau memang butuh bukti lain untuk kelengkapan penyelidikan atau penyidikan, kami siap membantu dan memenuhi. Terpenting, ada penetapan tersangka, agar tidak ada korban-korban lain lagi di kemudian hari," ungkap Rama.

Bayangkan, lanjut Rama, sudah berapa identitas warga di Desa Banyuanyar Tengah disalahgunakan oleh oknum Kepala Desa dalam dugaan pemalsuan dokumen dan perbankan melalui program kartu tani ini.

"Kami kumpulkan sekitar 68 warga dari Desa Banyuanyar Tengah, yang berani dan didampingi tim saya 5 orang dan masing-masing orang punya hutang Rp 25 juta, kalau dibiarkan akan bisa lebih besar lagi nantinya," pungkasnya.

Editor : Achmad S



Berita Terkait