Momen Presiden Jokowi hingga CEO PT PAL Hadiri Pertemuan Diplomasi di Filipina

© mili.id

Presiden Jokowi hingga CEO PT PAL menghadiri pertemuan diplomasi di Filipina. (foto: Humas PT PAL for mili.id)

mili.id - Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod mengahadiri undangan dari Kedutaan Besar Indonesia di Filipina dalam acara courtesy call bersama National Defense Filipina, Kamis (11/1/2024).

Acara ini juga mengagendakan pertemuan antara Presiden RI Joko Widodo dengan (Secretary of National Defense) SND Filipina yang diselenggarakan di Hotel The Peninsula Kota Makati, Filipina.

Turut hadir Menteri Keuangan, Menteri Luar Negeri, Menteri BUMN didampingi Sekretaris Menteri serta Kepala Staf Kepresidenan dan pemangku kepentingan lainnya yang disambut oleh Menteri Perhubungan Filipina.

Salah satu poin penting pada pertemuan tersebut adalah bentuk apresiasi Presiden RI atas kepercayaan yang diberikan oleh Pemerintah Filipina kepada perusahaan BUMN Indonesia, khususnya pada pesanan sejumlah produk strategis pertahanan.

Kepercayaan yang diberikan merupakan suatu kehormatan bagi Indonesia oleh karenanya poin penting dalam kerjasama ini disoroti oleh Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, sebagai peran sentralitas Indonesia dalam menjaga hubungan baik serta mengurangi risiko geopolitik di ASEAN.

Sebagai sesama Negara kepulauan yang berada di wilayah Asia Tenggara, kebutuhan instrumen diplomasi global baik Indonesia maupun Filipina memiliki persyaratan serupa dalam menghadapi berbagai ancaman pertahanan. Sehingga penting untuk melakukan kerjasama yang baik dalam upaya diplomasi pertahanan ASEAN.

"Kami memiliki rencana strategic collaboration yang signifikan dengan Angkatan Laut Filipina, Departement of National Defense (DND), dan Coast Guard sesuai dengan materi yang telah kami presentasikan. Kerjasama ini mencakup berbagai inisiatif untuk meningkatkan kapabilitas pertahanan, serta kontribusi positif dalam membangun keamanan maritim di kawasan ini," kata Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod.

Menurut Kaharuddin pertemuan pejabat Negara Indonesia-Filipina dalam agenda diplomasi ini mengisyaratkan dukungan pemerintah Indonesia kepada industri pertahanan khususnya PT PAL agar mampu menjadi pemimpin global dalam sektor teknologi perkapalan dan pertahanan maritim.

Tidak hanya itu, kehadiran Menteri Perhubungan Filipina dalam acara ini menandai pentingnya kerjasama lintas-sektoral. Terlebih menciptakan peluang kolaborasi yang lebih luas antar negara di ASEAN dalam mendukung pengembangan teknologi maritim dan keamanan laut.

"Merujuk pada kontrak kerjasama antara Departemen of National Defense (DND) dengan PT PAL Indonesia terkait pembuatan Kapal perang jenis Landing Dock (LD) pada tahun 2022 yang merupakan repetisi pesanan dari kapal sebelumnya merupakan wujud kepuasan, dan kepercayaan Pemerintah Filipina," ungkapnya.

Sebagai instrumen diplomasi global, kapal perang dianggap memiliki peran krusial. Kaharuddin mengakui bahwa kerjasama ini mencerminkan kontribusi positif perusahaan dalam sektor ekonomi, meningkatkan penyerapan tenaga kerja, dan memenuhi kebutuhan material serta peralatan dalam ekosistem pertahanan hingga tingkat global.

Diharapkan adanya kerja sama di bidang lainnya yang saling menguntungkan bagi kedua negara dapat ditingkatkan di masa depan.

"Semua langkah ini menggambarkan komitmen kami untuk menciptakan ekosistem pertahanan yang kuat dan berkelanjutan, serta memperkokoh hubungan strategis antara Indonesia dan Filipina dalam memajukan keamanan dan kestabilan kawasan ini," tandas dia.

Kaharuddin melanjutkan bahwa pentingnya peran PT PAL Indonesia terlihat dalam peningkatan kemampuan Angkatan Laut Filipina melalui kapal Landing Dock Philippines serta kesiapan dalam mendukung perbaikan yang diperlukan untuk BRP Tarlac-601 dan BRP Davao Del Sur-602.

"Melalui pertemuan ini, diharapkan menciptakan kawasan ASEAN yang kuat, stabil, dan saling mendukung, sejalan dengan transformasi berkelanjutan yang dilakukan oleh PT PAL Indonesia," pungkasnya.

Editor : Aris S



Berita Terkait