Kasus Kartu Tani, Minggu Depan Polres Probolinggo Mulai Penyidikan

© mili.id

Korban kartu tani saat melapor ke Polres Probolinggo. (Fades/Mili.id)

Probolinggo - Satreskrim Polres Probolinggo dalam waktu dekat akan melakukan penyidikan terkait dugaan kasus tindak pidana pemalsuan dokumen dan perbankan melalui program kartu tani.

Rencananya, Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Probolinggo tidak hanya akan memanggil para korban dan beberapa saksi lainnya, namun terlapor yang dalam hal ini selaku oknum kepala desa akan diperiksa juga.

"Rencananya pemanggilan dan pemeriksaan mulai minggu depan," kata Kasatreskrim Polres Probolinggo Iptu Fajar Putra Adi Winarsa, Jumat (12/1/2024).

Namun sayangnya, Iptu Fajar masih belum menyebut kapan tanggal pemanggilan untuk pemeriksaan korban maupun terlapor yakni oknum Kades berinisial Z.

"Tenang, nanti saya informasikan lagi," ungkapnya saat dikonfirmasi.

Diketahui, Satreskrim Polres Probolinggo buka suara terkait dugaan kasus pemalsuan dokumen dan perbankan melalui program kartu tani oleh oknum kades di Kecamatan Banyuanyar.

Dalam dugaan kasus pemalsuan dokumen dan perbankan ini sudah masuk ke kepolisian pada tahun 2021 lalu. Namun, saat itu hanya sebatas pengaduan, bukan laporan. Sehingga pihak kepolisian masih belum menetapkan tersangka.

Sebab dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), bagi penyidik untuk melakukan penyidikan dan penyelidikan, minimal harus ada Laporan Polisi (LP) dan satu alat bukti. Namun, Selasa (9/1/2024) kemarin, status laporan kasus pinjaman melalui program kartu tani ini sudah dinaikkan jadi LP.

Editor : Aris S



Berita Terkait