Bocah 14 Tahun di Jember Tubuhnya Melepuh Usai Mandi dalam Sungai

© mili.id

Sungai tempat bocah 14 di Jember mandi sebelum sekujur tubuhnya melepuh (Foto: Hatta/mili.id)

Jember - Bocah umur 14 tahun di Jember sekujur tubuhnya melepuh usai mandi di aliran sungai irigasi.

Bocah itu diketahui bernama Mohammad Abil Pratama, warga Dusun Sumberan, Desa Ambulu, Kecamatan Ambulu. Kini, dia sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Dari penelusuran mili.id, kejadian yang menimpa bocah kelas 8 SMP itu terjadi Kamis, 4 Januari 2024 lalu. Saat itu dia mandi di sungai bersama teman-temannya.

"Keponakan saya mandi di sungai itu bersama teman-temannya sekitar jam 4 sore di sungai dekat SMA Bima itu. Kemudian malam harinya, mengeluh matanya sakit. Saya beli obat tetes mata, saya kira hanya sakit mata biasa," ujar paman korban, Mohammad Hafianto (31) di rumahnya, Senin (15/1/2024).

Pria yang akrab disapa Hafi ini menjelaskan, setelah mengeluhkan matanya, bagian wajah keponakannya mulai muncul bintik-bintik merah, termasuk di mulut.

"Besoknya kemudian keluar bintik-bintik merah kayak melepuh di bibir dan muka. Dibawa ke dokter (dekat rumah) tidak mampu (menangani). Selanjutnya dirujuk ke puskesmas," terangnya.

"Sampai di sana (puskesmas) juga tidak mampu. Sekitar pukul 10 siang dirujuk ke RSUD dr. Soebandi Jember. Saat di sana, kondisi kulitnya yang melepuh semakin banyak di sekujur tubuh," ungkap Hafi.

Di rumah sakit ini, korban mendapat penanganan medis dari dokter spesialis kulit dan mata.

"Dari penanganan medis saya belum tahu penyebabnya apa. Tapi kulitnya keponakan saya itu melepuh, seperti habis tersiram air panas. Awal-awal itu bahkan tidak bisa makan karena mulutnya melepuh," beber dia.

Menurut Hafi, keponakannya sudah sering mandi di aliran sungai irigasi tersebut.

"Tapi saya dan keluarga tidak tahu kenapa kok sekarang kejadian seperti ini. Untuk yang renang kemarin katanya ada empat sampai lima anak. Tapi yang lain tidak apa-apa, hanya keponakan saya saja. Ada kabar yang sampai meninggal (teman keponakan), tapi itu kasus lain karena penyakit DBD," tambahnya.

Terkait kejadian ini, petugas Puskesmas Ambulu melakukan pemeriksaan dengan mengambil sampel air di rumah korban dan aliran sungai irigasi. Obat tetes mata yang dipakai korban, juga ikut diambil sampelnya.

"Kita menindaklanjuti laporan dari masyarakat dan terutama juga dari dinas kesehatan. Kami memastikan kronologi awal yang dialami korban ini, juga mengambil obat (tetes mata) yang dipakai pasien," jelas Petugas Puskesmas Ambulu, Khoirul Anwar dikonfirmasi terpisah.

"Kami juga mengambil sampel air di rumah dan di aliran sungai irigasi itu dekat SMA Bima. Untuk sampel air, masing-masing kami ambil 5 meter dan semuanya kami bawa ke Labkesda Pemkab Jember untuk diperiksa," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait