Kulit Bocah di Jember Melepuh: Punya Riwayat Alergi, Sampel Air Sungai Diteliti

© mili.id

Kepala Dinkes Jember , dr. Hendro Soelistijono (Foto: Dok. mili.id)

Jember - Bocah kelas 8 SMP bernama Mohammad Abil Pratama (14) yang kulitnya melepuh usai mandi di sungai masih dirawat intensif di RSUD dr. Soebandi Jember.

Berbagai langkah ditempuh untuk mengetahui penyakit yang diderita bocah asal Dusun Sumberan, Desa Ambulu, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember tersebut.

Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) dr. Benedictus Gebyar mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman secara medis.

"Untuk penyebab pastinya ini yang repot dan dari mana kita sulit untuk mengatakan. Tetapi secara teori diratakan, dan memang bisa multi faktorial," ungkap dr Gebyar kepada mili.id, Selasa (16/1/2024).

Gebyar menjelaskan, berdasarkan informasi yang disampaikan ibu pasien, Abil memiliki riwayat alergi.

"Kata ibunya, dia pernah alergi dingin. Nah itu bisa sebagai pencetus. Jadi bisa berbagai macam faktor. Untuk pastinya karena obat? Ya tentu obat yang dia makan akan kita singkirkan," tambahnya.

Di sisi lain, kulit Abil itu melepuh usai mandi di sungai dan minum obat paracetamol.

"Saat itu diberi obat paracetamol. Nah ini yang repot. Apakah dari mandi di sungai kemudian terjadi infeksi, virus, bakteri, bisa menyebabkan TEN (Toxic Epidermolysis Necrotikans) atau SJS (Sindroma Stevens-Johnson) ini," ungkapnya.

Menurut Gebyar, kondisi Abil terpantau membaik, tapi masih lemah. Sehingga masih harus menjalani perawatan di ruang isolasi.

Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) dr. Benedictus GebyarDokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) dr. Benedictus Gebyar

"Kemudian pasien sudah bisa makan minum. Kalau tidak bisa makan dan minum, kita antisipasi kita masukkan OGT (Orogastric Tube) lewat makanan," ujarnya.

Sampel Air Sungai Diteliti

Terpisah, Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember melakukan uji sampel air sungai, tempat Abil mandi, sebelum kulitnya melepuh. 5 liter air sungai irigasi desa setempat sudah diambil dan dikirim ke laboratorium.

Kepala Dinkes Jember, dr. Hendro Soelistijono menyebut, pengambilan sampel air itu dilakukan untuk memastikan kondisi air sungai itu.

"Dari kejadian ini kami mencoba melakukan pemeriksaan air yang dikeluhkan. Karena infonya pasien ini, sebelumnya berenang atau mandi di kali (aliran sungai irigasi) di desa setempat," ungkap dr Hendro saat dikonfirmasi di kantornya, Selasa (16/1/2024).

Menurut Hendro, air sungai itu masih dalam proses penelitian.

"Sekarang masih dalam proses pemeriksaan di Labkesda. InsyaAllah dalam empat hari akan kami sampaikan hasilnya. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan air ini, (untuk memastikan) disebabkan oleh apa, atau dari konsumsi makanan pasien," beber dia.

Hendro menyampaikan, dari diagnosa medis sementara yang dilakukan dokter spesialis kulit dan tim dokter, kondisi yang dialami Abil adalah alergi akut.

"Yang dialami biasanya ditunjukkan dengan kondisi pasien gatal-gatal, bahkan kemudian mengelupas pada permukaan kulit. Juga terjadi di bagian-bagian lubang alami pasien, seperti mulut, mata, dan lain-lainnya," ulasnya.

"Kasus ini biasanya dialami 1 di antara 1000 orang," tandas Hendro.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait