Mengaku Marinir, Pemuda Sidoarjo Terlibat Pencurian dan Perampasan Motor Antarkota

© mili.id

Marinir gadungan pencuri dan perampas kendaraan bermotor (tengah) yang diamankan Tim Denintel Pasmar 2 dan Sintel Lanmar Surabaya. (foto: Dispen Pasmar 2 for mili.id).

Surabaya - Seorang Marinir gadungan diamankan Tim Denintel Pasmar 2 dan Sintel Lanmar Surabaya, setelah terbukti terlibat dalam pencurian dan perampasan kendaraan bermotor antarkota di Jawa Timur.

Marinir gadungan itu adalah Faldi Hidayat (22), warga Krian, Sidoarjo, yang kini sudah ditahan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Komandan Detasemen Intelijen Pasmar 2, Mayor Marinir Deny Kusmana menjelaskan, diamankannya Marinir gadungan ini bermula dari laporan masyarakat bahwa di Terminal Bus Kota Madiun pada 15 Januari 2023 sekitar pukul 16.00 WIB, ada seseorang yang mengaku sebagai prajurit Marinir dengan nama Varis RM berpangkat Serda berulah.

Tim yang mendapat laporan itu, lantas melakukan serangkaian penyelidikan hingga dapat mengamankan sang Marinir gadungan tersebut.

"Yang bersangkutan ini diamankan tim tadi pagi sekitar pukul 09.30 WIB di Terminal Bus Maospati, Magetan. Kemudian dilakukan pemeriksaan, dia tidak bisa menunjukkan bahwa dia adalah Marinir. Langsung kami amankan," terangnya, Selasa (16/1/2024).

Mayor Deny mengatakan, pelaku tertangkap tangan ketika mengenakan pakaian lengkap PDL TNI AL. "Iya, lengkap pakai PDL. Layaknya anggota," jelasnya.

Dalam pemeriksaan awal, Mayor Deny mengatakan bahwa Marinir gadungan ini rupanya pelaku tindak kejahatan.

Tercatat sejak Juni 2023, ada sekitar tujuh laporan yang masuk ke sejumlah polres hingga polsek di Jawa Timur.

"Dari data awal yang kami terima, korbannya ada yang melapor ke Polres Gresik, Polsek Trawas Mojokerto, Polsek Cerme Gresik dan ke Polsek Dringu Probolinggo. Saat ini yang bersangkutan sudah kami serahkan ke Polres Gresik untuk dilakukan penanganan lebih lanjut," tandasnya.

Atas kasus ini, Mayor Deny pun mengimbau ke masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap modus seperti ini, orang yang mengaku-ngaku sebagai anggota TNI untuk melakukan aksi kejahatan.

"Kalau ada hal seperti ini, kasus seperti ini, bisa segera dilaporkan," pungkasnya.

Editor : Aris S



Berita Terkait