Ketegangan saat Puluhan Orang Menagih Utang Rp4,5 Miliar di Surabaya

© mili.id

Surabaya - Kasus perusakan rumah dan mobil di perumahan Jalan Gayung Kebonsari X, Surabaya masih terus didalami polisi.

Tim Inafis Polrestabes Surabaya juga sudah diterjunkan ke rumah Fd itu untuk melakukan identifikasi dan olah TKP.

Kapolsek Gayungan, Kompol Catur Sulisyantomo mengatakan, kelompok penagih utang itu diperkirakan berjumlah 35 orang. Mereka datang ke rumah Fd sekitar pukul 09.00 WIB, Rabu (17/1/2024).

Baca juga: Perusakan Rumah dan Mobil di Surabaya Diduga Dipicu Utang Rp4,5 Miliar

"Pemilik rumah (Fd), sejak dua tahun lalu masih memiliki tanggungan utang kepada rekan kerjanya (Rb) yang ada di Sorong, Papua. Dahulu, mereka bekerja kontraktor membangun sutet," ujar Catur kepada mili.id di lokasi.

Menurut Catur, dari keterangan yang diperoleh di lokasi, utang yang belum dibayar Fd sekitar RP4,5 miliar. Bahkan akibat utang itu, Fd dan Rb sempat dimediasi Polres Sorong.

"FD ternyata tidak bisa ditemui di hari ini. Dan akhirnya terjadilah ini (perusakan) rumah, ada tiga unit mobil rusak," terangnya.

Sementara Ari, tetangga Fd mengaku tahu kejadian itu setelah mendengar ramai-ramai dan keributan.

Tim Inafis Polrestabes Surabaya melakukan identifikasi di lokasi perusakanTim Inafis Polrestabes Surabaya melakukan identifikasi di lokasi perusakan

"Ramai dan anarkis. Mereka ada yang melempar-lempar batu, dan dibalas lemparan oleh orang yang ada dalam rumah Ibu Fd," ungkap dia.

Menurutnya, kelompok penagih utang itu tidak hanya melemparkan batu, tapi berbagai benda lainnya.

"Kelompok itu ada yang memasuki rumah Ibu Fd, mengambil beberapa perkakas dan dilempar memecah kaca rumah, kaca-kaca tiga mobil juga rusak," bebernya.

Baca juga: Puluhan Orang Rusak Rumah dan Mobil di Surabaya, 3 Orang Dilaporkan Terluka

Di tempat yang sama, Anisa yang ada dalam rumah Fd menyebut, kelompok penagih utang itu melemparkan batu, bahkan memukulkan galon dan kayu ke temannya hingga terluka.

"Kelompok itu menghajar tiga teman saya. Menerobos pagar, menggebukkan galon dan kayu. Tiga teman saya dilarikan ke rumah sakit," papar Anisa.

Ketegangan di rumah Fd berhasil diredam aparat kepolisian dan TNI setempat sekitar pukul 11.00 WIB. Meski sudah tidak melakukan pelemparan, kelompok penagih utang itu masih bertahan di lokasi.

Dan sekitar pukul 13.49 WIB, saat mobil Inafis Polrestabes Surabaya tiba untuk melakukan identifikasi dan olah TKP, kelompok itu mencoba mengusirnya.

Ketegangan antara kelompok penagih utang dan polisi pun terjadi. Namun ketegangan hanya terjadi sekitar satu jam.

"Besok datang ke polres untuk mediasi. Nanti dari pihak perwakilan Rb dan Fd. Saya minta setelah ini tidak ada langkah-langkah sedemikian lagi. Pulang, hati-hati. Satu darah, satu daerah," tegas Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Hendro Sukmono.

Setelah ada kesepakatan bahwa kedua pihak akan dimediasi, kelompok penagih utang itu membubarkan diri, sekitar pukul 15.00 WIB. Identifikasi dan olah TKP pun dilanjutkan.

Editor : Redaksi



Berita Terkait