Lamongan - Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri mengungkap kasus penebangan kayu liar (Illegal Logging) yang dilajukan PT Cakra Sejati Sempurna (CSS) di Kalimantan Tengah.
Kasus ini berdasar laporan polisi bernomor LP/A/21/SPKT.DITTIPIDTER/BARESKRIM POLRI tanggal 4 Januari 2024, terkait dugaan tindak pidana di bidang Kehutanan di Desa Tumbang Baloi, Kabupaten Murung Raya, Provinsi Kalimantan Tengah.
Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Nunung Syaifuddin mengatakan, kasus ini terungkap setelah polisi yang melakukan penyelidikan menemukan tunggak bekas tebangan dan jalan yang dibuat menggunakan bulldozer disamping PT CSS.
"Hasil penyidikan diperoleh keterangan bahwa PT CSS melakukan penebangan pohon diluar konsesi untuk mengejar target produksi dan adanya dugaan pemalsuan dokumen penatausahaan hasil hutan yang saat ini sedang dalam pengembangan proses penyidikan," katanya, Kamis (18/01/2024).
Ia menjelaskan, penyidik menetapkan satu orang sebagai tersangka inisial J selaku Surveyor PT CSS yang memberi perintah kepada penebang, untuk melakukan penebangan pohon diluar konsesi PT CSS.
Barang bukti yang disita yaitu, dokumen SKSHHK-KB, Nota Angkutan Kayu, 1 unit handphone milk tersangka, 1 unit logging truk, 1 unit wheel loader, 1 unit buldozer, 1 unit excavator, 2 unit chainsaw, yang seluruhnya milik PT CSS.
Baca juga: Kapolda Jatim Resmikan Pembangunan Kantor Ditreskrimsus
Dittipidter Bareskrim didampingi PJU Polda Jatim di Lamongan (ist for mili.id)
Sementara untuk barang bukti kayu bulat hasil tebangan diluar konsesi yang dikirim dari PT CSS ke PT Kayan Wood Industries (KWI), telah dilakukan pengukuran oleh Ahli pengujian dan pengukuran kayu dari Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur dan telah dilakukan penyitaan.
"Kayu bulat yang disita ditemukan sebanyak 1.259 batang setara dengan 5.926 meter kubik, jumlah kayu bulat yang disita sebanyak 355 batang setara dengan 1.566 meter kubik," bebernya.
"Jenis kayu yang diambil adalah Meranti, kayu Rimba Campuran, Indah, serta jenis lain. Ini masih dikembangkan, karena juga mendapatkan informasi ada beberapa yang dalam perjalanan dari Kalteng menuju Jatim," lanjutnya.
Hasilnya penyelidikan kegiatan penebangan pohon yang dilakukan PT CSS yang diluar konsesi seluas 300 Hektare dan Luas jalan untuk bulldozer menuju lokasi penebangan kayu dan mengangkut kayu keluar hutan seluas 2,41 Hektar, ditemukan 163 tunggak bekas tebangan 1.613 meter kubik.
"PT. CSS merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pemanfaatan hasil hutan kayu-hutan alam. PT CSS ini mempunyai Areal Perijinan berusaha Pemanfaatan hutan (PBPH) berada di Km 58, desa Tumbang Baloi, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah," paparnya.
Menurutnya, negara diperkirakan mengalami kerugian miliaran rupiah. Pihaknya juga berjanji melakukan penegakan hukum terhadap kasus yang menyebabkan kerusakan sumber daya alam (SDA) Indonesia.
"Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri berkomitmen akan terus melakukan penegakan hukum terhadap tindak pidana yang menyebabkan kerusakan hutan karena akan berdampak serius, seperti banjir, daya serap tanah terhadap air berkurang, ekosistem setempat berubah dan perubahan iklim. Kerugian Negera dalam perkara ini ditafsir miliaran rupiah," pungkasnya.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 78 Ayat (6) Jo Pasal 50 Ayat (2) Huruf (C) Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang kehutanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 5 tahun denda paling banyak 3,5 Milyar.
Selain itu, dimungkinkan akan ada penambahan menggunakan Pasal 88 Ayat (2) huruf (B) Juncto Pasal 14 huruf (A) dan atau (B) Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 5 tahun paling lama 15 tahun serta denda pidana paling sedikit 5 miiyar paling banyak 15 milyar.
Baca juga: Kapolda Jatim Launching Benih Jagung Bhayangkara Inisiasi Polres Blitar
Editor : Achmad S