Pak Polisi, Kasus Batita Dicabuli Ayah Kandung di Sidoarjo Belum Tuntas Lho

© mili.id

Ilustrasi.

Sidoarjo - Seorang ibu di Sidoarjo mencari keadilan untuk darah dagingnya yang masih berusia tiga setengah tahun karena menjadi korban pencabulan ayah kandungnya sendiri.

Ibu MYP sudah membuat laporan terkait pencabulan yang dilakukan suaminya ke anaknya itu pada Oktober 2023 namun pelaku MH (26) belum menangkap oleh pihak kepolisian Polresta Sidoarjo.

Kini ibu korban kembali menanyakan keseriusan pihak Polresta Sidoarjo dalam menangani kasus tersebut dan ingin anak kandungnya yang masih belia itu mendapatkan.

MYP mengatakan, terbongkarnya aksi bejat suaminya ke anak kandungnya itu setelah korban mengeluh kesakitan di bagian kemaluannya dan dilakukan visum bersama penyidik kepolisian.

"Saat itu anak saya dijemput MH terduga pelaku untuk menginap tiga hari dua malam. Kami sudah pisah rumah saya sering dipukuli. Pas anak saya dipulangkan, saya curiga kok jalannya terpincang-pincang pas menjalani visum kata dokter alami pendarahan dan selaput darahnya robek," kata MY, Sabtu (20/1/2024).

Ia menambahkan, anaknya mengakui jika apa yang dialami itu adalah perbuatan dari sang ayah MH. Berdasarkan hal itu MY memberanikan diri untuk melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Maksud hati mendapat keadilan, dalam proses pelaporannya MY harus menelan kenyataan pahit. Intervensi dan tawaran-tawaran untuk cabut perkara dilakukan oleh pihak keluarga terduga pelaku.

"Saat di Polres (Polresta Sidoarjo) aku diancam, mereka (keluarga terduga pelaku) bakal tuntut balik jika anaknya tidak terbukti sebagai pelakunya. Pas pulang dari Polres mereka mohon-mohon buat cabut gugatan," jelasnya.

Dia juga menceritakan saat proses penyidikan di unit PPA Polresta Sidoarjo, korban ditanya dan disuruh menunjuk pelaku dari beberapa orang yang didatangkan untuk dimintai keterangan. Hampir 10 kali korban ditanya dan dengan konsisten menunjuk sang ayah sebagai terduga pelaku. Namun, pihak kepolisian menyebut keterangan korban belum dapat dipastikan karena masih dibawah umur.

"Anak saya ditanya dan disuruh nunjuk siapa pelakunya oleh penyidik. Hampir 10 kali anak saya konsisten menunjuk ayah nya sebagai pelaku. Tapi, pihak kepolisian menyatakan pernyataan anak saya masih belum dapat dipastikan," tutur MY.

Sudah 3 bulan berlalu, MY mengaku belum mendapatkan kabar dari pihak kepolisian terkait laporan nya. Dia mengaku khawatir kasus tersebut mandek. Mengingat keluarga terduga pelaku orang kaya dan memiliki kerabat di kepolisian.

Dari pengakuan MY, lambannya penanganan dari pelaporannya di kepolisian diduga ditenggarai salah satu kerabat dekat pelaku yang memiliki jabatan di Polresta Sidoarjo. Selain itu, kuasa hukum korban menurutnya sempat mengalami intervensi dari pihak terduga pelaku.

MY yang saat ini hamil 8 bulan ini berharap kasus putrinya dapat ditangani dan diadili seadil-adilnya oleh aparat penegak hukum khususnya Polresta Sidoarjo.

Sementara itu, Kasi Humas Polresta Sidoarjo Iptu Tri Novi Handono saat dikonfirmasi perihal laporan kasus tersebut menegaskan bahwa penanganan masih dalam tahap penyidikan.

"Masih sidik," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait