Figur Khofifah Mempertebal Suara Menangkan Prabowo-Gibran Satu Putaran

© mili.id

Anggota DPRD Kota Surabaya Arif Fahtoni.(Foto: Bejo/mili.id)

Surabaya - Khofifah Indar Parawansa merupakan salah satu tokoh perempuan di Jawa Timur yang ketokohannya tidak diragukan.

Gubernur Jawa Timur perempuan ini dan akan menjadi ujung tombak pemenangan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming di Jawa Timur pada Pilpres 2024.

Ketua DPD Partai Golkar Kota Surabaya, Arif Fathoni mengatakan, hadirnya Khofifah sebagai tim pemenangan akan mempertebal keyakinan untuk memenangkan Pilpres 2024.

Menurut Arif Fathoni yang juga anggota DPRD Surabaya ini Khofifah bakal dibantu oleh mantan Gubernur Jatim yang juga politikus Golkar Soekarwo, dan Ketua Golkar DPP Jatim Sarmuji.

"Beliau (Khofifah ) itu figur dan salah satu tokoh perempuan yang memang ketokohannya sudah tidak diragukan lagi, makanya begitu pulang dari umrah, lalu beliau (Khofifah) mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Prabowo-Gibran," ujar Arif Fathoni, Senin, (22/01/2024).

Selain itu, Arif Fathoni juga menyampaikan bahwa Khofifah juga sebagai tokoh muslimat Nasional yang secara otomatis juga akan bergerilya untuk menangkan Pilpres 2024.

"Khofifah itu merupakan tokoh muslimat NU Nasional yang secara otomatis gerilya untuk mengajak para suami untuk memilih Prabowo-Gibran," paparnya.

Lebih lanjut dikatakannya, masuknya Khofifah merupakan game changer yakni Khofifah akan bergerak untuk mempertebal suara dan menangkan Prabowo-Gibran sekali putaran pada Pilpres 2024.

"Hal itu Rasional, dikarenakan dalam berbagai survei, lembaga yang kredibel, itu menyatakan bahwa elektabilitas Prabowo-Gibran diangka 47-48 persen, artinya untuk menuju pilpres sekali putaran, dan perlu tambahan 3 persen lagi, dengan masuknya Khofifah membawa gerbong yang dahsyat untuk menggerakkan hati masyarakat Indonesia untuk memilih pasangan Prabowo-Gibran," ungkap Arif Fathoni.

Arif Fathoni juga meyakini Pilpres 2024 akan berlangsung sekali putaran dan akan dimenangkan pasangan Prabowo-Gibran.

"Agar energi bangsa tidak terkuras, maka sebaiknya pemilihan presiden berlangsung sekali putaran, Rakyat menghemat uang negara, konsolidasi nasional segera berjalan, maka pembangunan bisa langsung dilanjutkan oleh Presiden dan Wakil Presiden terpilih," tutup Arif Fathoni.

Editor : Aris S



Berita Terkait