PLN Pasang Meteran Listrik Pelanggan di Surabaya yang Dibebani Denda Rp11 Juta, Lho..

© mili.id

Meteran listrik di rumah Aris kembali dipasang oleh PLN (Foto: Timsus mili.id)

Surabaya - Masih ingat kasus pelanggan PLN bernama Effendy Aris Nandar, warga Jalan Randu 1 Nomor 11, Surabaya yang tiba-tiba dikenakan denda Rp11 juta sekitar akhir Desember 2023 lalu?

Kini, meteran listrik sudah dipasang di rumahnya. Lho?

Baca juga: Pelanggan PLN di Surabaya Dikenakan Denda Rp11 Juta, Kuasa Hukum Mengadu ke Presiden

Padahal, sudah berjalan sekitar sudah dua bulan ini kasus ini belum menemui titik terang. Bahkan sebelumnya pihak PLN ngotot Effendy Aris disuruh membayar tagihan tersebut.

Kuasa Hukum Effendy Aris, Aulia Rachman mengaku berterima kasih kepada PLN yang telah memasang kembali meteran milik kliennya tersebut, meski sebenarnya belum kejelasan pasti.

"Dipasangnya pada tanggal 15 Februari 2024 kemarin, setelah coblosan Pilpres. Katanya sih sudah nggak bayar lagi. Dan ini (pemasangan meteran) selamanya," terang Aulia kepada mili.id, Selasa (20/2/2024).

Meteran listrik di rumah Aris yang sebelumnya dilepas oleh PLNMeteran listrik di rumah Aris yang sebelumnya dilepas oleh PLN

"Meski kami masih tanda tanya, tapi tentunya kami ucapkan terimakasih kepada pihak PLN. Karena klien kami bisa menikmati listrik di rumahnya lagi," tambahnya.

Aulia mengaku belum memikirkan langkah apa yang selanjutnya akan diambil. Yang pasti, katanya, meteran sudah terpasang di rumah kliennya dirasa sudah baik.

Baca juga: Soal Keluhan Pelanggan di Surabaya, PLN: Ada Bukti, Denda Rp11 Juta

"Mungkin selebihnya kami akan meng-clear-kan ya. Apakah nantinya masih ada denda atau tidak. Karena dari awal klien kami ini tidak pernah telat bayar, dan semuanya sesuai prosedur. Apakah ini prank, kami kan tidak tahu," jelas dia.

Diketahui sebelumnya, Aulia telah mengadukan kasus tersebut kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Mengenai hasil uji lab terhadap meteran milik Aris, ditemukan kejanggalan. Digit angka tidak mau bergerak, meski piringan meteran terus berputar.

Meski tidak tahu letak kesalahannya di mana, Aris yang memiliki penyakit stroke berusaha kooperatif dengan meminta dispensasi ke PLN. Namun, pembayaran yang akan diangsur Rp100 ribu per bulan ditolak.

Editor : Redaksi



Berita Terkait