Peluang Pasar, Ketua Dekranasda Nia Ali Kuncoro Latihan Bikin Cinderamata dan Sandal

© mili.id

Puluhan emak-emak produktif di Kota Mojokerto mengikuti pelatihan pembuatan cinderamata dan sandal hotel khas berbahan kain batik bersama Ketua Dekranasda Nia Wayanti Ali Kuncoro, (Ist for Mili.id)

Mojokerto - Puluhan emak-emak produktif di Kota Mojokerto mengikuti pelatihan pembuatan cendramata dan sandal hotel khas berbahan kain batik bersama Ketua Dekranasda Nia Wayanti Ali Kuncoro, Selasa (20/2/2024).

Istri PJ Wali Kota Moh Ali Kuncoro ini terlihat bersemangat memotivasi emak-emak yang ingin menangkap peluang bisnis kearifan lokal Bumi Majapahit di Sentra IKM Batik Kota Mojokerto.

Bunda Nia, sapaan akrabnya bahkan juga ikut praktek membuat kerajinan tangan berbahan dasar kain batik Kota Mojokerto.

"Alhamdulilah hari ini diberi kesempatan hadir menimba ilmu dengan ibu-ibu untuk membuat kerajinan cinderamata dan sandal hotel," ujarnya.

Ia bersyukur, sentra IKM batik Maja Bharama Wastra yang baru saja diresmikan oleh Dirjen IKMA Kementerian Perindustrian RI Reni Yanita pada 7 Februari lalu, benar-benar difungsikan sebagaimana mestinya.

"Kita akan berupaya maksimal mengoptimalkan gedung ini sesuai fungsinya. Sehingga harapannya, batik Kota Mojokerto lebih dikenal dan diminati oleh masyarakat luas," imbuhnya.

Ketua TP PKK Kota Mojokerto ini juga menjelaskan, pelatihan membuat cinderamata dan sandal hotel adalah upaya dari Pemkot Mojokerto untuk menangkap peluang-peluang pasar.

Lantaran, pertumbuhan hotel-hotel dan tempat penginapan baru di Kota Mojokerto bakal bisa membuat pangsa pasar untuk kerajinan ini selalu ada.

"Permintaannya pun terbilang tinggi. Dalam sekali order, jumlah pesanan untuk sandal hotel bisa mencapai ratusan hingga puluhan ribu pasang. Ini yang harus kita tangkap sebagai peluang bagi UMKM kita," bebernya.

Terpisah, Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto Ani Wijaya menambahkan, pelatihan membuat cinderamata dan sandal hotel ini diikuti total 60 peserta.

Pelatihan tersebut menghadirkan Suryawati Ristiani dan Tika Sulistyaningsih dari Balai Besar Standarisasi Pelayanan Jasa Industri Kerajian dan Batik, Yogyakarta sebagai narasumber.

Ani menjelaskan, output yang diharapkan dari kegiatan pelatihan ini adalah meningkatnya pelaku ekonomi kreatif di Kota Mojokerto. Utamanya turunan kerajinan berbahan dasar batik.

"Kita juga berupaya mendorong berkembangnya industri kerajinan berbahan dasar batik dan turunannya yang berasal dari batik khas Kota Mojokerto. Dan juga menciptakan lapangan kerja mandiri untuk mengentaskan kemiskinan," Ani memungkasi.

Editor : Achmad S



Berita Terkait