Bos Travel dan Umrah Bondowoso Ngaku Ditipu Miliaran Rupiah

© mili.id

Syauqi (pakai peci) bersama kuasa hukumnya (Foto: Deni AW/mili.id)

Bondowoso - Muhammad Izzudin Syauqi, bos travel dan umrah di Bondowoso mengaku ditipu oleh oknum pengelola PT BZ usai BPKB dari dua unit bus miliknya digelapkan.

Akibatnya, dua unit bus milik Syauqi tidak bisa beroperasi, bahkan tidak dapat diperpanjang pajaknya.

Syauqi menjelaskan, kejadian bermula saat utusan dari PT BZ bernama Ah, Nr dan Id mengunjungi kediamannya di Desa Randucangkring, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso pada 29 Agustus 2023 sore.

Katanya, mereka diutus oleh Direktur PT BZ, berinisial AE.

"Tujuan mereka untuk membuktikan bahwa travel haji umroh yang dikelola oleh direktur itu memiliki unit big bus kepada kliennya," terang Syauqi, Selasa (20/2/2024).

Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak setuju bahwa BPKB akan dipinjam selama tiga hari.

"Namun setelah tiga hari berlalu, BPKB tersebut tidak dikembalikan," bebernya.

Kemudian, Syauqi menelepon AE untuk menanyakan BPKB. Namun hanya dijanjikan bakal dikembalikan.

"Setelah beberapa bulan, saya dapat info kalau BPKB dua unit bus saya digadaikan kepada orang (inisial Mh)," tuturnya.

Pihaknya sempat didatangi oleh Mh yang berniat mengeksekusi dua unit bus, karena utang dari jaminan BPKB itu belum terbayar.

"Saya menolak karena saya tidak merasa menggadaikan BPKB saya. Ini saja kalau ditotal, kerugian saya mencapai Rp1,5 miliar. Bus tidak bisa beroperasi untuk usaha dan tidak bisa diperpanjang pajaknya," ulasnya.

Kuasa Hukum Syauqi, Nurul Jamal Habaib menerangkan bahwa pihaknya sudah resmi membuat laporan polisi atas kasus dugaan penggelapan BPKB itu kepada Polres Bondowoso pada 2 Februari 2024.

"Saya berharap kasus ini segera naik ke tahap penyidikan," ujar Nurul Jamal.

Sementara Kasi Humas Polres Bondowoso, Ipda Boby Dwi Siswanto membenarkan adanya laporan atas kasus tersebut.

"Masih dalam proses lidik dan pendalaman," jawab Bobby dikonfirmasi via pesan singkat.

 

Editor : Redaksi



Berita Terkait