Pemkot Mojokerto Naikkan NJOP, Mas Pj: Bermanfaat Bagi Masyarakat dan Tingkatkan PAD

© mili.id

PJ Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro saat mengecek kesiapan TPS di Kota Mojokerto. (Nana/mili.id)

Mojokerto - Pemkot Mojokerto memastikan pihaknya akan melakukan penyesuaian Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP). Langkah ini bukan hanya bertujuan untuk menaikkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melainkan juga menyongsong Kota Mojokerto sebagai kawasan pariwisata yang mendunia.

Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Pj Wali Kota Mojokerto M Ali Kuncoro, Rabu (21/2/2024). Ia mengatakan bahwa kebijakan menaikkan NJOP diyakini akan membawa dampak bagi masyarakat yang memiliki aset berupa tanah dan bangunan.

Terutama karena saat ini Kota Mojokerto sedang getol untuk menggaet investor dan mengembangkan kota pariwisata dengan tagline Spirit of mojopahit, Tumbuh, Berkembang dan Berdampak.

Meski begitu Ali menegaskan pemkot tidak asal-asalan dalam menaikkan NJOP. Melainkan sudah dikaji dengan mempertimbangkan aspek pertumbuhan ekonomi dan potensi pengembangan wilayah.

PJ Wali Kota Mojokerto Moh Ali Kuncoro menghadiri doa bersama awal tahun 2024 bareng PWI Mojokerto.(Nana/mili.id)PJ Wali Kota Mojokerto Moh Ali Kuncoro menghadiri doa bersama awal tahun 2024 bareng PWI Mojokerto.(Nana/mili.id)

"Kenaikan NJOP dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. Wilayah-wilayah yang ditetapkan penyesuaian NJOP karena terjadi perkembangan ekonomi yang cukup pesat," kata Pj Wali Kota, Ali Kuncoro.

Meski kenaikan NJOP ini akan erat berpengaruh pada besaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) maupun Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang dibayarkan masyarakat namun ia meyakini bahwa sejatinya yang merasakan besar manfaatnya adalah masyarakat sendiri yang asetnya juga akan semakin naik.

"Karena harga tanah secara otomatis menyesuaikan naik, sejatinya kenaikan NJOP ini akan diterima manfaatnya juga oleh masyarakat. Masyarakat mau menjual, ini NJOP kan menyesuaikan naik atau bahkan melebihi NJOP. Jadi harga jual itu sudah terbarukan," tuturnya.

Selain itu, dengan adanya kebijakan ini Ali menyebut bahwa PAD Pemkot Mojokerto akan naik. Yang mana kenaikan PAD juga tentunya akan berseiring dengan peningkatan pembangunan di Kota Mojokerto.

"Tentu PAD kita juga akan meningkat. Namun tentunya ini akan kembali ke masyarakat dalam bentuk pembangunan daerah yang bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat Kota Mojokerto," tambah Mas Pj.

Tidak hanya itu, naiknya nilai jual objek tanah dan bangunan juga akan meminimalisir munculnya spekulan tanah hingga dampak meningkatnya PAD Kota Mojokerto.

Paling utama juga akan mendongkrak pusat pusat ekonomi baru misalnya di kawasan Jalan Mpunala dan Jalan Benteng, dan sejumlah kawasan yang lain.(Adv)

Editor : Aris S



Berita Terkait