Dua Pemuda Jember Belajar Buat Upal dari YouTube

© mili.id

Kedua tersangka menjalani penyidikan di Mapolsek Sumbersari. (M Hatta/Mili.id)

 

Jember - Usai membeli rokok di warung , dua pemuda yakni MJ (23), asal Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, dan MH (23), warga Desa Karangpring, Kecamatan Sukorambi harus berurusan dengan polisi.

Sebab kedua pemuda ini kedapat membeli rokok di warung yang berada di Jalan MT Haryono, Kelurahan Wirolegi, Kecamatan Sumbersari, Jember menggunakan uang palsu (upal) karena nekat beli rokok dengan uang palsu (upal) di salah satu warung.

Dari kedua pemuda itu, polisi berhasil menyita 12 lembar upal pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribuan, dari dalam tas milik salah satu pelaku yang kini digunakan sebagai barang bukti.

"Berdasarkan laporan warga, kedua pelaku ini kami amankan saat sedang berbelanja di salah satu toko. Setelah kami amankan, dari pengakuannya modus peredaran upal itu digunakan untuk berbelanja, dan mereka Kemudian mendapat kembalian uang asli dari penjual," kata Kapolsek Sumbersari Kompol Sugeng Priyanto saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Minggu (25/2/2024).

Untuk mencetak dan membuat upal, lanjutnya, kedua pelaku belajar dari Youtube, dengan cara memindai uang asli lewat komputer.

"Jadi mereka menyewa alat cetak printer itu dari rental komputer di daerah Patrang. Kemudian menscan (memindai) uang asli menggunakan komputer. Belajar dari Youtube, dari scan itu para pelaku mencetak upal menggunakan kertas biasa, kemudian hasil cetakan kertas itu di cat semprot agar terlihat asli," ungkapnya.

Lembaran upal dalam bentuk lembaran kertas itu kemudian dipotong satu persatu menyerupai uang asli. Selanjutnya digunakan untuk berbelanja di warung.

"Dari pengakuan para pelaku, mereka telah membelanjakan uang palsu dengan nomor seri yang sama sebanyak 8 kali di tempat yang berbeda. Namun, dalam aksinya yang kesekian kalinya mereka berhasil kita amankan,” jelasnya.

Terungkapnya kasus peredaran upal dan berhasil menangkap dua pelaku itu, berawal saat pedagang warung curiga dengan uang yang digunakan untuk membeli rokok di tempatnya.

"Uang yang digunakan untuk beli rokok itu tidak seperti biasanya. Saat menyadari uang yang digunakan diduga palsu, pemilik warung bertanya dan memegang tangan salah satu pelaku. Pedagang itu meminta temannya yang sedang naik motor untuk turun, kemudian menghubungi polisi," jelasnya.

Uang yang digunakan beli rokok itu diduga palsu. Karena gambar logo BI di lembaran upal tampak tidak jelas dan tidak berubah warna saat dicek di bawah cahaya lampu.

Untuk barang bukti lain yang berhasil diamankan dari pelaku, polisi juga berhasil mengamankan satu alat cetak printer, uang asli total Rp 453 ribu, gunting, kertas, tas, dan sisa cat atau cairan semprot anti gores.

“Saat ini masih proses lidik, kedua pelaku kami amankan di Mapolsek Sumbersari,” pungkasnya.

Editor : Aris S



Berita Terkait