Pria Bersimbah Darah di Surabaya itu Dibunuh Teman Sendiri, Dipicu Sakit Hati

© mili.id

Tersangka pembunuhan diamankan di Mapolrestabes Surabaya (Foto: Wendy/mili.id)

Surabaya - Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di areal tambak Jalan Sukolilo Kasih, Surabaya ternyata korban pembunuhan yang dilakukan temannya sendiri.

Korban adalah Hudoyo (45), warga Jalan Medokan Semampir, Sukolilo, Surabaya. Sedangkan pelaku berinisial SH (42), asal Kejawan Putih Tambak, Mulyorejo, kota setempat. Keduanya sama-sama berprofesi sebagai pencari kepiting liar.

Baca juga: Pria Bersimbah Darah di Surabaya Dipastikan Tewas Dibunuh, 1 Orang Diamankan

Pelaku ditangkap di Jember oleh tim gabungan Jatanras dan Resmob Polrestabes Surabaya. Pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Hendro Sukmono mengatakan, motif tersangka melakukan pembunuhan tersebut didasari sakit hati. Sebelumnya, tersangka dan korban pernah berselisih akibat perebutan wilayah pencarian kepiting.

"Berawal dari sebulan sebelum kejadian, korban dan tersangka mengalami perselisihan perebutan wilayah tambak. Ada cekcok, lalu korban merespon melempar kendaraan tersangka ke tambak," ungkap Hendro, Senin (25/3/2024).

Menurut Hendro, berawal dari permasalahan tersebut, tersangka mencari waktu yang pas untuk melancarkan aksi pembunuhan. Seiring berjalannya waktu, tersangka kemudian mendapat waktu yang pas untuk menghabisi korban.

"Tersangka saat itu berangkat lebih awal ke tambak daripada korban dengan membawa celurit dan peralatan penangkap kepiting. Celurit itu disembunyikan di semak-semak," jelas dia.

Tersangka pembunuhan diamankan di Mapolrestabes SurabayaTersangka pembunuhan diamankan di Mapolrestabes Surabaya

Tak berselang lama, korban dan beberapa rekannya datang ke lokasi untuk mencari kepiting. Di tengah perjalanan, mereka berpisah lantaran areal tambak yang berbeda, dan momen itulah yang digunakan tersangka untuk menghabisi korban.

"Saat korban sendiri, tersangka kemudian beraksi menggunakan celurit. Awalnya mau memenggal kepala namun yang terkena dada," sambung Hendro.

Usai membacok korbannya, tersangka kemudian kabur meninggalkan lokasi. Sementara korban yang menderita luka berupaya mencari pertolongan, namun rekannya berada jauh dari titik lokasi pembacokan.

"Setelah beberapa jam, rekan korban ini mencari. Banyak barang korban yang tertinggal dan ada bercak darah. Kemudian bercak darah ditelusuri dan sampai ke TKP penemuan mayat korban," papar Alumni Akpol 2005 itu.

Temuan mayat itu langsung dilaporkan ke warga setempat dan diteruskan ke Polsek Sukolilo. Penyelidikan yang di-backup Jatanras dan Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya kemudian berjalan untuk memburu tersangka.

"Tim gabungan turun melakukan penyelidikan. Ternyata, SH lari ke Desa Kemuningsari, Pati, Jember. Sembunyi di sebuah rumah di lereng Gunung Argopuro, di sana tersangka dapat diamankan," jelasnya.

Sementara tersangka SH tak membantah motif tersebut. Dia mengaku sakit hati terhadap Hudoyo yang baru dikenal setahun itu pasca motornya diceburkan ke tambak.

"Iya, karena motor saya diceburkan ke tambak. Saat itu dia mau menguasai tambak. Kenal dia suah satu tahunan," tutur SH.

Dari tangan tersangka, penyidik menyita barang bukti berupa ponsel, ransel berisi pakaian ganti, pakaian saat menghabisi korban dan sebilah celurit.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat menggunakan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau seumur hidup.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait