Wanita Sidoarjo Gagal Selundupkan Paket Sabu ke Lapas Probolinggo

© mili.id

Perempuan yang hendak menyeludupkan sabu ke Lapas Kota Probolinggo saat diperiksa. (Foto : Humas Polres Probolinggo Kota for mili.id)

Probolinggo - Demi uang sebesar Rp 1 juta rupiah membuat DSR (28), perempuan asal Kabupaten Sidoarjo nekat mengirimkan narkotika jenis sabu ke Lapas Kota Probolinggo, namun upaya itu gagal dan kini harus berurusan dengan pihak kepolisian.

Informasi yang diperoleh, pelaku berusaha untuk mengirim paket narkotika yang disamarkan ke dalam paket makanan kemudian akan diserahkan ke salah satu narapidana.

Modusnya, alasan membesuk tahanan yang menghuni Lapas dengan membawa makanan atau snack.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Wadi Sa’bani, mengatakan, di Lapas Kota Probolinggo sendiri memang sudah ada prosedur setiap barang bawaan atau kiriman dibawa oleh pembesuk ke lapas pasti diperiksa oleh petugas lapas secara detail.

"Kebetulan saat memeriksa barang bawaan pelaku ini petugas Lapas mendapati paket narkotika jenis sabu yang disembunyikan di dalam roti dengan berat total 7,1 gram yang dibagi ke dalam 2 klip plastik dengan rincian 5,02 gram dan 2,08 gram," kata Wadi, Selasa (23/4/2024).

Pelaku sendiri, menurut Wadi, merupakan kurir narkoba yang diperintah oleh narapidana LPA agar mengirim paket sabu ke Lapas Kelas IIB Kota Probolinggo. LPA yang juga narapidana kasus narkotika itu menyuruh DSR menunggu di Terminal Bungurasih dan kemudian didatangi tersangka lain.

"Tersangka lain yang terlibat itu berinisial J yang kini sudah ditetapkan sebagai DPO. Kemudian setelah bertemu dan menyerahkan paket sabu, DSR lalu naik bis ke Terminal Bayuangga dan kemudian naik ojek ke Lapas," terangnya.

Dari hasil pemeriksaan, lanjut AKBP Wadi, diketahui sebelum tertangkap, DSR telah menjadi kurir sabu dengan honor yang diterimanya berupa uang Rp1 juta untuk setiap paket sabu-sabu yang berhasil diantarkan. Alasannya, menjadi kurir karena faktor ekonomi.

"Atas perbuatannya dan berdasarkan barang bukti yang ada, pelaku langsung ditahan dan dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 atau Pasal 112 ayat 2 UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara," pungkas AKBP Wadi.

Editor : Aris S



Berita Terkait