Eri Cahyadi Ketika Ngantor di Kelurahan: Pelayanan Adminduk Harus Cepat dan Solutif

© mili.id

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi ngantor perdana di Kelurahan Bubutan (Foto-foto: Pemkot Surabaya)

Surabaya - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi ngantor perdana di kelurahan, Senin (6/5/2024) pagi. Kali ini, dia berkantor Kelurahan Bubutan.

Tiba di lokasi sekitar pukul 08.00 WIB, Wali Kota Eri langsung bercengkrama dengan beberapa warga yang ada di lokasi.

Ia tampak menyaksikan langsung petugas kelurahan dan kecamatan memberikan pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) kepada warga.

Wali Kota Eri Cahyadi mengungkapkan sejumlah temuan dan solusi yang ia peroleh saat hari pertama 'ngantor' di Kelurahan Bubutan itu.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi ngantor perdana di Kelurahan BubutanWali Kota Surabaya, Eri Cahyadi ngantor perdana di Kelurahan Bubutan

Ia menyoroti pentingnya pelayanan administrasi yang solutif dan efisien kepada masyarakat.

"Ada temuan yang tidak terlalu signifikan, tapi adalah keberanian dari teman-teman untuk memberikan solusi, sehingga (pelayanan) bisa cepat," ungkap Wali Kota Eri.

Karena itu, Wali Kota Eri menekankan bahwa pelayanan adminduk harus diselesaikan dalam waktu satu hari. Namun, ia juga menyadari bahwa ada beberapa kasus yang memang memerlukan penanganan khusus.

"Saya sudah sampaikan, pelayanan adminduk harus satu hari selesai, tapi saya berharapnya (persoalan) bisa dipisah," tambah dia.

Wali Kota Eri juga menyoroti soal transparansi kepastian pelayanan adminduk. Sebab di Kelurahan Bubutan, ia menemukan adanya warga yang menerima tanda bukti (kitir) pelayanan, tanpa disertai kepastian kapan adminduk tersebut selesai.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi ngantor perdana di Kelurahan BubutanWali Kota Surabaya, Eri Cahyadi ngantor perdana di Kelurahan Bubutan

"Nah, di kitirnya tidak keluar lagi, kapan selesai, tanggal, jam berapa, tidak keluar, padahal dulu ada. Nah, ini kenapa saya turun. Ini saya akan cari betul, karena saya dari dulu perintahnya tidak pernah menghilangkan, itu harus ada, karena itu kepastian warga," bebernya.

Secara garis besar, Wali Kota Eri menegaskan bahwa tolak ukur keberhasilan dalam pelayanan di kelurahan adalah cepat dan solutif. Termasuk tidak ada ketakutan lurah dan camat dalam berinovasi untuk mencari solusi atas permasalahan warga.

"Tolak ukur di sini itu adalah pelayanan lebih cepat, setelah itu ada solusi. Terus tidak ada lagi ketakutan lurah camat dalam mengeluarkan sesuatu pelayanan. Yang terpenting dia harus sesuai aturan," pungkasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait