150 WBP Lapas Narkotika Pamekasan Ikuti Program Rehabilitasi

© mili.id

150 WBP Lapas Narkotika Pamekasan Ikuti Program Rehabilitasi (Foto: Humas Kemenkumham Jatim)

Pamekasan - Kanwil Kemenkumham Jatim kembali menggelar program rehabilitasi terhadap warga binaan dengan kasus penyalahguna narkoba.

Sebanyak 150 warga binaan Lapas Narkotika Pamekasan mulai mengikuti proses rehabilitasi medis dan sosial, Senin (13/5/2024).

Kegiatan dibuka oleh Direktur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi Ditjen Pemasyarakatan Elly Yuzar. Hadir pula seluruh Ka UPT Pemasyarakatan Korwil Madura dan berbagai stakeholder terkait.

Selain itu, dilaksanakan pula penandatanganan kerjasama kepada sebelas instansi terkait untuk mendukung program rehabilitasi tersebut.

Kakanwil Kemenkumham Jatim, Heni Yuwono mengaku sangat bangga atas dipercayanya Lapas Narkotika Pamekasan sebagai salah satu lapas percontohan pelaksanaan program rehabilitasi.

150 WBP Lapas Narkotika Pamekasan Ikuti Program Rehabilitasi150 WBP Lapas Narkotika Pamekasan Ikuti Program Rehabilitasi

"Kami terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada warga binaan, termasuk dalam memulihkan warga binaan yang selama ini berada di bawah pengaruh buruk narkoba," tutur Heni.

Sementara Elly Yuzar menjelaskan bahwa dari 527 lapas di Indonesia, Ditjen Pemasyarakatan memilih 106 di antaranya untuk program rehabilitasi tersebut.

"Namun jumlah tersebut disaring kembali menjadi 15 lapas percontohan. Dan salah satunya adalah Lapas Narkotika Pamekasan," terangnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, besar harapan agar Lapas Narkotika Pamekasan maksimal dalam pelaksanaan program tersebut.

"Rehabilitasi bukan hanya tentang pemulihan fisik, tetapi juga mendukung pertumbuhan mental dan emosional yang kuat bagi para WBP," ujarnya.

Diharapkan juga melalui upaya rehabilitasi yang komprehensif ini, para WBP mendapatkan kesempatan baru untuk memulai kehidupan yang lebih baik setelah masa hukumannya berakhir.

Di tempat yang sama, Kalapas Narkotika Pamekasan menyampaikan bahwa jumlah WBP yang mengikuti program tersebut sebanyak 150 orang dengan jangka waktu selama enam bulan yaitu sejak 13 Mei hingga 13 Nopember 2024.

"Kami berkomitmen untuk melaksanakan program tersebut semaksimal mungkin," tegasnya.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait