Barang Bukti Napza Senilai Rp10 M Lebih di Mojokerto Raya Dimusnahkan

© mili.id

Pemusnahan napza senilai Rp10 miliar di halaman Kantor Kejari Kota Mojokerto - (Foto-foto: Nana/mili.id)

Mojokerto - Barang bukti napza senilai Rp10 miliar dimusnahkan di halaman Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto, Rabu (15/4/2024).

Barang bukti narkotika, psikotropika, dan zat adiktif yang dimusnahkan itu disita dari perkara yang telah inkracht.

Napza yang dimusnahkan terdiri dari 854,936 gram sabu, pil double l 3.011.670 butir dan 65,933 gram ganja.

"Pada hari ini kami bersama Forkopimda Kota Mojokerto memusnahkan barang bukti dari 71 perkara yang sudah inkracht dari periode Desember 2023 hingga Mei 2024," jelas Kajari Kota Mojokerto, Bobby Ruswin.

Barang bukti yang dimusnahkan itu, nilainya ditaksir mencapai Rp10 miliar.

"Kalau estimasi, secara umum senilai Rp10 miliar," terang Bobby.

Pemusnahan ini bertujuan agar barang terlarang tersebut tidak sampai diedarkan di tengah masyarakat.

"Karena seperti yang kita ketahui sejauh ini, dampak narkoba sangat luar biasa membahayakan masyarakat," imbuhnya.

Bobby meminta masyarakat untuk terus mendukung dan mempercayakan pemberantasan narkoba pada kepolisian dan BNNK Mojokerto.

"Kami sering diskusi dengan Pak Kapolres dan Kepala BNNK tetap kita harus waspadai bersama narkoba ini di wilayah Kota Mojokerto," tandasnya.

Pemusnahan di halaman Kantor Kejari Kabupaten MojokertoPemusnahan di halaman Kantor Kejari Kabupaten Mojokerto

Pemusnahan Juga Dilakukan di Kejari Kabupaten Mojokerto

Di hari yang sama, Kejari Kabupaten Mojokerto juga memusnahkan barang bukti narkoba senilai ratusan juta, mulai dari sabu, pil double l hinga miras.

"Akhir dari sebuah sistem peradilan pidana yang dimulai dari penyelidikan, penyidikan, penuntutan, persidangan sampai akhirnya putusan pengadilan yang inkracht. Maka jaksa sebagai eksekutor melakukan eksekusi. Termasuk pada barang bukti dalam perkaranya," ujar Kajari Kabupaten Mojokerto, Endang Tirtana.

Total ada 266 gram sabu, 109 ribu butir pil double l, 225 botol arak dan 12 botol anggur serta 16 HP yang ditaksir senilai lebih dari Rp350 juta dimusnahkan.

"Ini merupakan barang bukti dari 96 perkara dengan rincian 89 perkara pidana umum dan 7 perkara tipiring. Pada periode September 2023 sampai April 2024," beber Endang.

Ia menyebut, tujuan pemusnahan ini agar barang bukti tidak bisa dipergunakan dan dimanfaatkan lagi. Terutama barang jenis narkotika yang berdampak besar pada rusaknya generasi muda.

"Pemusnahan ini merupakan tugas dari jaksa sebagai eksekutor untuk melakukan eksekusi. Di samping pidana badan, juga pada barang bukti dan biaya perkara," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait