Hii... Air Sungai Pembatas Kota dan Kabupaten Mojokerto ini Berwarna Coklat Kemerahan

Hii... Air Sungai Pembatas Kota dan Kabupaten Mojokerto ini Berwarna Coklat Kemerahan © mili.id

Penampakan air Sungai Ngrayung, pembatas wilayah kota dan Kabupaten Mojokerto (Foto: Nana/mili.id)

Mojokerto - Air sungai yang menjadi pembatas wilayah kota dan Kabupaten Mojokerto mendadak berwarna coklat kemerahan.

Sungai Ngrayung itu berada di Lingkungan Kuwung, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

Baca juga: Baru Bebas Tiga Bulan, Residivis Curanmor Kembali Beraksi di Empat Lokasi

Informasi yang dihimpun mili.id di lokasi pada Jumat (9/8/2024), fenomena itu terjadi dua hari terakhir, sejak Rabu (7/8/2024).

Permukaan air sungai tersebut tampak berwarna coklat kemerahan. Tepatnya di sekitaran jembatan Lingkungan Kuwung-Jalan Jayanegara.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto langsung menelusuri penyebab perubahan warna air sungai tersebut.

"Tim kami sudah turun ke lokasi untuk melakukan asesmen," ujar Kepala DLH Kota Mojokerto, Amin Wachid.

Dari hasil pengecekan sementara, perubahan warga air diduga disebabkan karena kandungan organik yang cukup tinggi di dalam sungai. Kondisi itu mengakibatkan mikroba dan tanaman gangga berkembang pesat.

Baca juga: Tergiur Ritual Penggandaan Uang, Warga Kehilangan Rp22 Juta di Mojokerto

"Kemungkinan mikroba dan tanaman gangga yang sudah mati membuat warna kemerahan dalam sungai," paparnya.

Menurut Amin, sebelumnya DLH juga telah melakukan pengujian air Sungai Ngrayung, mulai dari hulu sampai hilir.

Masing-masing dilakukan pada April 2024 yang hasilnya masih sesuai dengan baku mutu air. Pengujian serupa kembali dilakukan pada Juli 2024 dan hasilnya masih dilakukan analisis lanjutan.

"Kami juga akan lakukan pemantauan dan pengecekan dalam beberapa hari ke depan," tegas Amin.

Baca juga: Pemkot Mojokerto Gandeng 30 Penyedia Makan Minum, Harga Nasi Kotak Ditetapkan Lewat Kontrak Payung

Amin menyatakan bahwa pihaknya juga akan berkoordinasi dengan DLH Kabupaten Mojokerto. Sebab, aliran Sungai Ngrayung mengalir dari wilayah kabupaten menuju kota.

"Akan kami koordinasikan lebih lanjut untuk memastikan apakah ada industri yang berpotensi melakukan buangan limbah yang mengandung warna atau logam ke Sungai Ngrayung," pungkasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait