Tangkapan layar aksi jambret di Jalan Arif Rahman Hakim, Surabaya.
Surabaya - Sebuah kamera dashboard mobil merekam aksi perampokan di Jalan Arif Rahman Hakim, Sukolilo, Surabaya, dan video berdurasi 60 detik itu kemudian viral di berbagai sosial media.
Dalam rekaman video yang beredar, satu pelaku yang duduk dibonceng terlihat membawa sebilah pisau, kuat dugaan, sajam tersebut digunakan untuk mengancam korbannya.
Baca juga: Gerak Cepat Anas Karno, Keluhan Air Bersih Langsung Ditindaklanjuti
Pelaku yang membawa senjata tajam (sajam) itu sempat turun dari motor, sementara pelaku yang berperan sebagai joki sempat tersungkur karena didorong korban sewaktu di atas kendaraan sarana.
Informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi pada Kamis (12/9/2024) kemarin sekitar pukul 17.00 WIB.
Korbannya ialah RW, seorang mahasiswi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Salah satu montir bengkel yang akrab disapa Gembok mengatakan, saat itu korban berjalan seorang diri.
Tiba-tiba dari arah belakang datang dua pelaku berboncengan motor matic.
"Korban ini jalan kaki sambil main Hp dari kampus, pas di depan Medical ITS dia kena jambret. Hp-nya kena, pelaku berboncengan motor matic," katanya, Sabtu (14/9/2024).
Baca juga: HUT Bhayangkara Jadi Momentum BRI Jemursari Perkuat Sinergi dengan Polda Jatim
Korban saat itu sempat melawan hingga terjadi tarik-tarikan sebelum akhirnya ponsel tersebut berhasil dikuasai pelaku, dan sepengetahuan Gembok, motor sarana pelaku tak ada pelat nomornya.
"Motornya matic warna hijau gak ada pelat nomornya. Pelaku sempat dipepet mobil, tapi mereka putar balik melawan arus," tambahnya.
Sementara warga setempat yang memiliki usaha jasa make-up artist (MUA), Yuli, mengaku khawatir dengan kejadian tersebut.
Ia merasa takut beraktivitas di sekitar kawasan tersebut, terutama jika harus berangkat dini hari untuk melayani klien.
Baca juga: PALM PARK Surabaya Hadirkan Staycation Seru Saat Libur Sekolah
"Ini kejadiannya sore loh. Apa kabar kalau malam. Kerja MUA acara wisuda berangkat ke rumah klien sebelum subuh. Kalau ada gini kan ngeri," ungkapnya.
Terpisah, Kapolsek Sukolilo Kompol I Made Patera Negara menegaskan, pihaknya akan menambah jam patroli dan melakukan pemantauan di tempat-tempat rawan.
"Kami juga berkomitmen untuk menangkap pelaku. Jika dalam proses penangkapan pelaku melawan, kami akan memberikan tindakan tegas terukur," pungkasnya.
Editor : Aris S
