Pramono Bakal Tindak Sekolah Swasta Gratis yang Masih Pungut Bayaran
Mili.id-Pramono Anung menegaskan bakal mengambil tindakan tegas terhadap sekolah swasta gratis di Jakarta yang masih memungut biaya dari siswa. Pernyataan itu disampaikan menyusul pelaksanaan program 103 sekolah swasta gratis yang mulai berjalan pada tahun ini.
“Kalau kemudian sudah digratiskan masih menarik fasilitas yang ada kepada siswa, kepada murid, Pemerintah DKI Jakarta akan mengambil keputusan tegas untuk itu,” ujar Pramono di Jakarta Timur, Jumat (8/5/2026).
Program sekolah swasta gratis tersebut menjadi salah satu langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Namun, Pramono menegaskan, kebijakan itu harus dijalankan secara konsisten tanpa ada pungutan tambahan yang membebani orang tua siswa.
Ia juga menyebut pelaksanaan program tersebut akan melibatkan DPRD DKI Jakarta. Menurutnya, keberhasilan sekolah gratis tidak bisa hanya ditangani pemerintah daerah semata, melainkan membutuhkan dukungan legislatif.
“Untuk sekolah gratis, komisi yang berwenang di DPRD segera akan saya terima secara official karena memberikan fasilitas sekolah gratis itu tidak mungkin sendirian oleh Pemerintah DKI Jakarta, jadi harus bersama-sama dengan DPRD,” katanya.
Baca juga: Ego Pejabat Dinilai Hambat Sinergi BUMD DKI, Pemprov Bangun Konektivitas Ancol–JIS
Terkait rencana penambahan jumlah sekolah gratis pada tahun depan, Pramono menegaskan keputusan tersebut akan dibahas bersama DPRD DKI Jakarta.
“Untuk tahun depan, berapa yang akan ditambahkan tentunya juga menjadi keputusan yang bersama,” ucapnya.
Baca juga: Pramono Anung Kaji Pemangkasan Pajak Daerah di Tengah Tekanan Geopolitik Global
Saat ini, sebanyak 103 sekolah swasta gratis telah tersebar di lima wilayah Jakarta. Rinciannya, 20 sekolah berada di Jakarta Barat, 18 sekolah di Jakarta Pusat, 22 sekolah di Jakarta Selatan, 23 sekolah di Jakarta Timur, dan 20 sekolah di Jakarta Utara.
Program ini diharapkan mampu memperluas kesempatan pendidikan bagi pelajar dari keluarga kurang mampu sekaligus mengurangi angka putus sekolah di Ibu Kota.
Editor : Erwin Muhammad
