Jawa Timur

Surabaya Tingkatkan Kewaspadaan Hantavirus, Dinkes Pastikan Belum Ada Kasus Positif

Surabaya Tingkatkan Kewaspadaan Hantavirus, Dinkes Pastikan Belum Ada Kasus Positif © mili.id

Kepala Dinkes Surabaya dr. Billy Daniel Messakh mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan terhadap hantavirus, Jumat (08/05/2026).

Mili.id-Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Kesehatan Kota Surabaya mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Hantavirus di tengah meningkatnya perhatian global terhadap penyakit tersebut.

Meski begitu, masyarakat diminta tidak panik karena hingga kini belum ditemukan kasus hantavirus yang terkonfirmasi di Surabaya.

Baca juga: Lebih 2.000 Jemaah Haji Surabaya Rampung Vaksinasi, Siap Berangkat 21 April 2026

Kepala Dinkes Surabaya, Billy Daniel Messakh, menjelaskan bahwa hantavirus bukan penyakit baru di dunia medis. Virus tersebut diketahui ditularkan melalui tikus dan selama ini penyebarannya bersifat sporadis.

“Hantavirus ini sebenarnya bukan penyakit baru. Sudah lama ada dan penularannya dari tikus. Sampai sekarang di Surabaya juga belum ada kasus yang terbukti positif,” ujar dr. Billy, Jumat (8/5/2026).

Menurutnya, gejala hantavirus umumnya menyerupai flu biasa sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan tanpa harus menimbulkan kepanikan berlebihan. Ia menilai deteksi dini dan menjaga kondisi tubuh tetap sehat menjadi langkah utama pencegahan.

Sebagai bentuk antisipasi, Dinkes Surabaya mendorong pengaktifan kembali pemeriksaan suhu tubuh di sejumlah pintu masuk transportasi publik seperti bandara, pelabuhan, dan terminal darat menggunakan alat pemindai suhu elektronik.

“Kalau ada yang terdeteksi suhu tubuhnya di atas normal, tentu harus segera dipantau atau dilakukan langkah pengawasan lebih lanjut,” katanya.

Selain pengawasan, masyarakat juga diimbau kembali menerapkan pola hidup sehat dengan menjaga pola makan, istirahat cukup, rutin berolahraga, serta menggunakan masker saat berada di ruang tertutup maupun area keramaian.

Baca juga: Kenalkan Aplikasi Surya Sehat, Ruang Konsultasi Medis Online Bagi Warga Surabaya

dr. Billy menyebut sejumlah negara di Eropa mulai kembali memperketat kewaspadaan penyakit menular dengan penggunaan alat pelindung diri seperti pada masa pandemi COVID-19.

Sementara itu, Pemkot Surabaya masih menunggu petunjuk teknis dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terkait mekanisme skrining hantavirus. Pemerintah pusat disebut masih menanti panduan resmi dari World Health Organization atau WHO.

“Kami masih menunggu guidance dari Kementerian Kesehatan terkait screening. Namun Pemkot Surabaya tetap aktif berkoordinasi dan menyiapkan langkah antisipasi,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan warga agar membatasi aktivitas di luar rumah apabila tidak terlalu mendesak. Namun jika harus beraktivitas, masyarakat diminta tetap menjaga kebugaran tubuh dan menggunakan perlindungan diri dengan tepat.

Baca juga: Pemkot Surabaya Sediakan 1 Kelurahan 1 Ambulans, Antar-Jemput Pasien Berobat Gratis

“Yang paling penting masyarakat tetap menjaga daya tahan tubuh. Olahraga rutin, makan bergizi, dan kalau berada di keramaian atau ruang tertutup sebaiknya menggunakan masker,” tuturnya.

Bagi warga yang akan bepergian ke luar negeri, Dinkes Surabaya turut mengimbau agar melengkapi vaksinasi seperti meningitis, influenza, dan pneumonia sebagai perlindungan tambahan selama perjalanan. Layanan vaksinasi tersebut tersedia di RSUD Dr. Soewandhie Surabaya.

“Untuk warga yang bepergian ke luar negeri, vaksinnya harus dilengkapi. Itu penting sebagai perlindungan,” pungkasnya.

Editor : Erwin Muhammad



Berita Terkait