Anak Keluarga Mampu Tak Wajib Ikut MBG, Ini Penjelasan Prabowo

Anak Keluarga Mampu Tak Wajib Ikut MBG, Ini Penjelasan Prabowo © mili.id

Mili.id – Presiden terpilih Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak harus dinikmati seluruh kalangan masyarakat, terutama anak-anak dari keluarga mampu. Menurutnya, program tersebut diprioritaskan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan pemenuhan gizi.

Dilansir dari Kompas, Jumat (8/5/2026), Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah tidak akan memaksakan anak-anak dari keluarga kaya untuk ikut menikmati program MBG apabila memang merasa tidak memerlukan bantuan tersebut.

Baca juga: Ribuan Pegawai SPPG di Tasikmalaya Minta Program MBG Tetap Berlanjut

“Yang tidak perlu, enggak apa-apa,” ujar Prabowo dalam keterangannya.

Pernyataan tersebut muncul di tengah pembahasan publik terkait sasaran utama program unggulan pemerintah itu. Program MBG selama ini menjadi salah satu kebijakan strategis yang digadang-gadang untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia sekaligus menekan angka stunting dan malnutrisi.

Fokus untuk Masyarakat yang Membutuhkan
Prabowo menekankan bahwa inti dari program tersebut adalah pemerataan akses gizi bagi anak-anak Indonesia, khususnya dari keluarga kurang mampu. Pemerintah ingin memastikan tidak ada anak yang kesulitan mendapatkan makanan sehat dan bergizi saat menempuh pendidikan.

Menurutnya, apabila ada keluarga yang secara ekonomi sudah mapan dan memilih untuk tidak mengambil bagian dalam program tersebut, pemerintah tidak mempermasalahkannya. Sikap itu dinilai sebagai bentuk kesadaran sosial agar bantuan lebih tepat sasaran.

Kebijakan MBG sendiri sejak awal memang diarahkan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Pemerintah menilai persoalan gizi menjadi salah satu tantangan utama yang harus segera ditangani secara serius.

Program Ambisius Pemerintah
Program makan bergizi gratis menjadi salah satu agenda besar pemerintahan Prabowo. Selain bertujuan meningkatkan kesehatan anak, program ini juga diharapkan mampu mendongkrak konsentrasi belajar siswa di sekolah.

Baca juga: Pemkab Blitar Siapkan Sejumlah Langkah Stabilkan Harga Telur Peternak

Dalam berbagai kesempatan, pemerintah menyebut program tersebut akan menyasar jutaan pelajar di seluruh Indonesia, mulai dari tingkat PAUD hingga SMA. Tidak hanya siswa, ibu hamil juga masuk dalam kelompok prioritas penerima manfaat.

Namun demikian, pelaksanaan program MBG kerap menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Sebagian mendukung karena dinilai membantu keluarga berpenghasilan rendah, sementara sebagian lainnya mempertanyakan kesiapan anggaran serta mekanisme distribusinya.

Meski begitu, pemerintah memastikan program akan dijalankan secara bertahap dengan pengawasan ketat agar berjalan efektif dan tepat sasaran.

Dinilai Bisa Bangun Kesadaran Sosial
Pengamat sosial menilai pernyataan Prabowo mengenai anak orang kaya yang tidak wajib ikut program MBG dapat menjadi pesan penting terkait solidaritas sosial. Kelompok masyarakat yang mampu dianggap dapat memberi ruang lebih besar bagi penerima yang benar-benar membutuhkan.

Baca juga: Ratusan Siswa Ikuti Pawai Dukung Program Makan Bergizi Gratis di Batam, Tuai Sorotan

Selain itu, pendekatan sukarela juga dinilai dapat mengurangi potensi kecemburuan sosial di masyarakat. Pemerintah diharapkan tetap fokus pada kelompok rentan yang selama ini mengalami keterbatasan akses terhadap makanan sehat.

Di sisi lain, sejumlah pihak meminta pemerintah tetap memastikan kualitas makanan, distribusi yang merata, serta transparansi anggaran agar program besar tersebut tidak menimbulkan persoalan baru di lapangan.

Dengan jumlah penerima yang sangat besar, program MBG diprediksi menjadi salah satu kebijakan sosial terbesar dalam beberapa tahun ke depan. Pemerintah pun dituntut mampu menjaga efektivitas dan keberlanjutan program agar benar-benar memberi dampak nyata bagi generasi muda Indonesia.

Editor : Redaksi



Berita Terkait