Sumpah kebangkitan yang dipimpin Pj Wali Kota Moh. Ali Kuncoro menjadi pengawal Kirab Mojobangkit dalam perayaan HUT Ke-106 Kota Mojokerto di Alun-alun Wiraraja (Foto: Diskominfo Kota Mojokerto)
Mojokerto - Sumpah kebangkitan yang dipimpin Pj Wali Kota Moh. Ali Kuncoro (Mas Pj) menjadi pengawal Kirab Mojobangkit dalam perayaan HUT Ke-106 Kota Mojokerto di Alun-alun Wiraraja, Sabtu (15/6/2024).
Disusul dengan penampilan berenergi oleh marching band Taruna Brawijaya dan berlanjut dengan penampilan memukau barongsai Young Lion.
Baca juga: Pemkot Mojokerto Gandeng 30 Penyedia Makan Minum, Harga Nasi Kotak Ditetapkan Lewat Kontrak Payung
Di mana Kirab Mojobangkit kali ini menampilkan 3 era yang ada di Kota Onde-onde. Mulai dari era Majapahit, era Kadipaten Japan serta era perjuangan dan kemerdekaan.
Mas Pj menyampaikan bahwa Kirab Mojobangkit sebagai rangkaian Hari Jadi Kota Mojokerto.
Kirab Mojokbangkit di Kota Mojokerto
Juga menjadi salah satu upaya dari Pemkot Mojokerto untuk melestarikan sekaligus mengembangkan wisata. Maupun nilai-nilai tradisi luhur yang pernah ada di Bumi Majapahit.
Baca juga: Bukan Juara Utama, Tapi Prestasi Christopher Kevin Yuwono Bikin Namanya Makin Bersinar
"Ini akan menjadi kalender event tahunan dan saya harapkan penyelenggaraanya dari tahun ke tahun bisa dilaksanakan semakin bagus lagi, semakin meriah lagi," ujar Mas Pj.
Melalui kegiatan pelestarian budaya ini, Mas Pj juga berharap dapat meningkatkan pendapatan warga, khususnya para pelaku UMKM di Kota Mojokerto.
"Dan kesuksesannya tidak saja pada acaranya, tapi juga pada perekonomiannya," imbuh Mas Pj.
Baca juga: Dari Panggung Gus Yuk 2026, Kota Mojokerto Titipkan Misi Promosi Pariwisata ke Generasi Muda
Kirab Mojokbangkit di Kota Mojokerto
Dalam kesempatan ini Mas Pj juga berpesan, agar seluruh warga Kota Mojokerto tetap menjaga persatuan dan kesatuan khususnya saat pemilihan kepala daerah mendatang.
"Mari kita sambut pilkada dengan sukacita. Jaga selalu kebersamaan, guyub rukun kalaupun ada perbedaan, kalaupun ada perselisihan, tapi semua masih dalam bingkai kebhinekaan atau perbedaan itu dimaknai menjadi sebuah rahmatan lilalamin," pungkasnya.
Editor : Narendra Bakrie
