Pria pencuri motor diamankan warga di halaman salah satu masjid di Surabaya (Foto: Ist)
Surabaya - Seorang pria nekat mencuri motor bapak kos, dengan alasan butuh uang untuk pengobatan istrinya yang sakit.
Pria itu diketahui bernama Karim (34). Dia tepergok ketika mencuri motor Honda Revo L 6796 XC, milik bapak kosnya di rumah kos Jalan Wonoayu, Rungkut, Surabaya.
Baca juga: Gerak Cepat Anas Karno, Keluhan Air Bersih Langsung Ditindaklanjuti
Ketua RT setempat, Achmad Choirun Nasichin mengatakan, peristiwa terjadi pada Jumat (24/8/2024) sekitar pukul 08.20 WIB.
Aksi pencurian motor itu tepergok salah satu keluarga korban. Ketika mendorong motor yang hendak dicuri di gang samping masjid, pelaku sempat ditanya.
"Dia bilang kalau disuruh nyervis. Pas ditanya buktinya, dia alasan kencing lalu berusaha kabur dengan cara berlari," terang Choirun, Senin (26/8/2024).
Warga kemudian mengejar pelaku yang berusaha kabur, hingga ditangkap dekat jalan raya.
Saat diperiksa, pelaku mengaku terpaksa mencuri karena istrinya sakit.
Baca juga: HUT Bhayangkara Jadi Momentum BRI Jemursari Perkuat Sinergi dengan Polda Jatim
"Dia bilang dari Sampang, Madura, dan meminta maaf dengan alasan terpaksa," ungkap dia.
Choirun menyebut bahwa saat itu anak-anak korban marah. Mereka merasa sudah banyak membantu korban, dengan cara tiap bulan hanya ditarik bayar kos sebesar Rp100 ribu.
"Pelaku ini sudah banyak dibantu oleh korbannya. Tapi kok ya sampek hati mencuri motor orang yang telah banyak membantunya," beber Choirun.
Baca juga: PALM PARK Surabaya Hadirkan Staycation Seru Saat Libur Sekolah
Setelah tertangkap, Karim langsung digelandang warga ke halaman Masjid Al Ichsan Wonoayu. Di sana, ia diikat di sebuah tiang dan sesekali dihajar warga sebelum polisi datang menjemputnya.
Sementara Kapolsek Rungkut, Kompol M. Fakih membenarkan peristiwa tersebut. Saat ini, pelaku sudah diamankan untuk proses lebih lanjut.
"Benar, pelaku dan barang bukti sebuah motor serta kunci palsu sudah dibawa ke Polsek Rungkut guna proses lanjut," pungkasnya.
Editor : Narendra Bakrie
