Ilustrasi
Mili.id - Beser adalah istilah dalam bahasa Indonesia yang merujuk pada kondisi di mana seseorang sering merasa ingin buang air kecil, bahkan dalam waktu yang relatif singkat setelah melakukannya, ada beberapa faktor penyebab dan cara mengatasi beser yang berhasil dihimpun mili.id.
Kondisi ini juga dikenal dengan istilah frekuensi berkemih yang meningkat, dan beser dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kebiasaan minum hingga kondisi medis tertentu.
Penyebab Beser
Kebiasaan Minum
Minum terlalu banyak cairan, terutama yang bersifat diuretik seperti kopi, teh, atau alkohol, dapat memicu beser.
Infeksi Saluran Kemih (ISK)
ISK sering menyebabkan rasa ingin buang air kecil yang lebih sering disertai rasa nyeri atau sensasi terbakar.
Kandung Kemih Overaktif (Overactive Bladder)
Kondisi ini membuat otot kandung kemih berkontraksi lebih sering, meskipun kandung kemih tidak penuh.
Kehamilan
Pada ibu hamil, rahim yang membesar dapat menekan kandung kemih, sehingga frekuensi buang air kecil meningkat.
Diabetes
Gula darah yang tinggi dapat menyebabkan ginjal memproduksi lebih banyak urine, sehingga penderita diabetes sering mengalami beser.
Efek Samping Obat
Beberapa obat, terutama diuretik yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi, dapat meningkatkan frekuensi berkemih.
Gangguan Prostat (pada pria)
Pembesaran prostat dapat menekan saluran kemih, sehingga membuat penderita merasa sering ingin buang air kecil.
Cara Mengatasi Beser
Perbaiki Pola Minum
Hindari minum terlalu banyak sebelum tidur atau saat bepergian. Kurangi konsumsi minuman berkafein atau beralkohol.
Baca juga: FK UWKS Gelar Skrining Sindroma Metabolik di Sumenep, Dorong Deteksi Dini Penyakit Degeneratif
Perhatikan Pola Makan
Hindari makanan yang dapat mengiritasi kandung kemih, seperti makanan pedas atau asam.
Latihan Kegel
Latihan ini dapat membantu memperkuat otot dasar panggul sehingga mengurangi gejala beser.
Konsultasi Dokter
Jika beser disertai rasa nyeri, darah dalam urine, atau gejala lain, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Editor : Aris S
