Jomplang Nilai Pasar! Timnas Indonesia Unggul Telak Jelang Duel Kontra Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026

Jomplang Nilai Pasar! Timnas Indonesia Unggul Telak Jelang Duel Kontra Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026 © mili.id

Mili.id-Timnas Indonesia akan menghadapi Saint Kitts and Nevis dalam lanjutan FIFA Series 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Jumat (27/3/2026) pukul 20.00 WIB.

Namun, duel ini tak sekadar soal strategi dan taktik di atas lapangan. Ada fakta mencolok yang menyita perhatian, yakni perbedaan nilai pasar kedua tim yang terpaut sangat jauh.

Baca juga: Pasporgate Tuntas, Dean James Bebas! KNVB Buka Jalan Comeback di Go Ahead Eagles

Berdasarkan data dari Transfermarkt, Timnas Indonesia unggul telak dalam hal valuasi skuad. Total nilai pasar skuad Garuda mencapai Rp567,95 miliar—sebuah angka yang mencerminkan peningkatan kualitas pemain dalam beberapa tahun terakhir.

Sebaliknya, Saint Kitts and Nevis hanya memiliki total nilai pasar sebesar Rp9,99 miliar. Artinya, selisih keduanya mencapai lebih dari 50 kali lipat—salah satu yang paling ekstrem di level internasional.

Lebih mencengangkan lagi, satu pemain Indonesia bahkan memiliki nilai pasar lebih tinggi dibandingkan seluruh skuad lawan. Sosok tersebut adalah Ragnar Oratmangoen. Penyerang FCV Dender itu tercatat memiliki nilai pasar Rp10,43 miliar, melampaui total valuasi tim Saint Kitts and Nevis.

Di sisi lain, Jay Idzes menjadi pemain termahal di skuad Garuda dengan nilai mencapai Rp173,82 miliar. Bek yang berkarier di Sassuolo tersebut menunjukkan dominasi Indonesia dari sisi kualitas individu.

Baca juga: Ranking FIFA Terbaru: Indonesia Belum Salip Vietnam dan Thailand

Nama Kevin Diks juga tak kalah menonjol. Pemain Borussia Monchengladbach itu memiliki nilai pasar Rp86,91 miliar, menambah kedalaman skuad Merah Putih.

Sementara itu, di kubu Saint Kitts and Nevis, Tyrese Shade menjadi pemain dengan nilai pasar tertinggi, yakni Rp3,91 miliar. Ia diikuti oleh Romaine Sawyers, gelandang berpengalaman yang pernah merasakan kerasnya kompetisi sepak bola Inggris bersama Stoke City dan West Brom.

Meski angka-angka tersebut menempatkan Indonesia jauh di atas kertas, hasil pertandingan tetap tidak bisa ditentukan hanya dari nilai pasar. Pengalaman dan determinasi lawan tetap bisa menjadi ancaman nyata.

Baca juga: Sumardji: Hasil FIFA Series 2026 Jadi Evaluasi Awal, Timnas Indonesia Masih Butuh Pembenahan Berkelanjutan

Namun, dengan kombinasi pemain muda berbakat dan pengalaman dari para pemain yang merumput di Eropa, Timnas Indonesia jelas memiliki modal kuat untuk meraih hasil maksimal.

Kini, semua akan ditentukan di lapangan. FIFA Series 2026 bukan sekadar ajang uji coba, melainkan panggung pembuktian sesungguhnya bagi skuad Garuda.

Editor : Erwin Muhammad



Berita Terkait