Jakarta

Jakarta Banjir Lagi, Warga Panik Evakuasi

Jakarta Banjir Lagi, Warga Panik Evakuasi © mili.id

Mili.id — Banjir kembali merendam sejumlah wilayah Ibu Kota. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sebanyak 115 Rukun Tetangga (RT) di Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan masih tergenang hingga Selasa (5/5/2026). Ketinggian air bervariasi, mulai dari 15 sentimeter hingga mencapai 2,4 meter di beberapa titik.

Hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Senin (4/5) disebut menjadi pemicu utama. Debit air di sejumlah sungai meningkat drastis hingga meluap dan merendam permukiman warga.

Baca juga: Keliling Jakarta Tanpa Keluar Ongkos, Ini Cara Naik Bus Wisata Gratis dan Rute Lengkapnya

“Penyebabnya curah hujan tinggi yang mengakibatkan Kali Krukut, Kali Grogol Mampang, Kali Angke, Kali Pesanggrahan, Kali Keuangan, Kali Mampang, dan Kali Ciliwung meluap,” ujar Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat.

Lonjakan tinggi muka air terpantau di sejumlah pos pantau sejak sore hingga malam hari. Pos Pesanggrahan dan Pos Depok sempat berada pada status Siaga 3, sementara Pintu Air Pasar Ikan meningkat ke Siaga 2. Bahkan, Pos Angke Hulu sempat menyentuh Siaga 1 pada pukul 20.00 WIB—status yang menandakan kondisi kritis.

Di lapangan, warga menggambarkan situasi yang berlangsung cepat dan mengejutkan.

“Air tiba-tiba naik, awalnya cuma semata kaki, terus nggak sampai satu jam sudah setinggi dada,” kata Rina (39), warga Petogogogan, Jakarta Selatan.

Di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur, kondisi serupa juga terjadi. Warga terpaksa mengevakuasi diri di tengah malam.

“Kami panik, listrik langsung dimatikan. Barang-barang banyak yang nggak sempat diangkat,” ujar Andri (45), warga setempat.

Baca juga: PN Jakarta Selatan Mulai Sidangkan Praperadilan Roy Suryo Terkait Penggeledahan Kasus Dugaan Ijazah Jokowi

Data BPBD menunjukkan Jakarta Selatan menjadi wilayah paling terdampak dengan 78 RT terendam, disusul Jakarta Timur 22 RT, dan Jakarta Barat 15 RT. Sejumlah wilayah seperti Petogogogan, Pela Mampang, dan Pejaten Timur tercatat mengalami genangan cukup luas.

Ketinggian air yang mencapai hingga 2,4 meter membuat aktivitas warga lumpuh. Sejumlah akses jalan tidak dapat dilalui kendaraan, sementara rumah-rumah warga dipenuhi air hingga atap di beberapa titik rendah.

Untuk menangani situasi ini, BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel ke berbagai lokasi terdampak. Koordinasi dilakukan bersama Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) untuk melakukan penyedotan air dan memastikan saluran air berfungsi optimal.

“Kami terus memonitor kondisi di lapangan dan melakukan penanganan genangan secepat mungkin,” kata Marulitua.

Baca juga: Evakuasi Dramatis Berakhir Duka, Bocah 4 Tahun Meninggal Usai Jatuh ke Lubang

Meski demikian, warga diminta tetap waspada mengingat potensi hujan masih tinggi. BPBD juga mengimbau masyarakat untuk segera menghubungi layanan darurat 112 jika membutuhkan bantuan.

Banjir yang kembali melanda Jakarta ini menambah daftar panjang persoalan klasik Ibu Kota saat musim hujan tiba. Di tengah upaya penanganan yang terus dilakukan, warga berharap solusi jangka panjang dapat segera direalisasikan.

“Setiap tahun begini terus. Kami capek harus mulai dari nol lagi,” keluh Rina.

Editor : Redaksi



Berita Terkait