Mili.id – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, meminta pengelola dan pemerintah daerah untuk memprioritaskan mitigasi lingkungan serta pemenuhan hak masyarakat dalam pengembangan KEK Kura-Kura Bali.
Dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu, Novita menyoroti kesiapan sistem pengelolaan air di kawasan tersebut. Ia mengingatkan agar pembangunan tidak mengorbankan akses air bersih bagi warga sekitar.
“Saya menanyakan soal mitigasi air. Jangan sampai pembangunan semegah ini justru mengambil hak-hak air masyarakat. Saat ini mereka mengakui belum sepenuhnya siap,” ujarnya.
Novita menegaskan, DPR akan terus mendorong pemerintah dan pihak terkait untuk memastikan kesiapan KEK Kura-Kura Bali melalui pendampingan yang optimal agar proyek berjalan matang.
Meski demikian, ia mengapresiasi konsep besar pengembangan kawasan tersebut sebagai upaya meningkatkan citra pariwisata Indonesia di tingkat global. Menurutnya, KEK ini memiliki potensi menekan kebocoran ekonomi dengan menghadirkan fasilitas pendidikan, kesehatan, dan pusat perbelanjaan berstandar internasional.
“Ada desain besar yang luar biasa. Ini bisa membuat masyarakat tidak perlu ke luar negeri untuk sekolah, berobat, atau berbelanja,” katanya.
Namun, Novita mengingatkan bahwa pembangunan yang menggunakan anggaran dari pajak rakyat harus mengedepankan prinsip keadilan bagi masyarakat lokal. Ia juga menekankan pentingnya pelibatan warga agar manfaat ekonomi tidak hanya dinikmati segelintir pihak.
Selain itu, isu krisis air tanah yang melanda Bali menjadi perhatian serius. Ia mendesak pengelola untuk membangun sistem pengelolaan air yang mandiri dan berkelanjutan.
Tak hanya itu, Novita juga menyoroti potensi dampak limbah pembangunan terhadap ekosistem laut, mengingat lokasi proyek yang berbatasan langsung dengan perairan. Ia meminta pengelolaan sedimentasi dan limbah cair dilakukan secara ketat dengan mengacu pada praktik baik di kawasan seperti Sanur dan Nusa Dua.
“Kita tidak boleh hanya fokus pada ekonomi jangka pendek. Keberlanjutan harus menjadi prioritas agar tidak terjadi bencana lingkungan atau kekeringan di masa depan,” tegasnya.
Editor : Redaksi
