Mas Pj Wali Kota Mojokerto, Moh. Ali Kuncoro meninjau lokasi yang terdampak banjir (Foto: Dok. Dinas Kominfo Kota Mojokerto)
Mojokerto - Sejumlah langkah dilakukan Pemkot Mojokerto untuk menangani banjir di wilayahnya akibat luapan Sungai Kali Sadar, Rabu (6/3/2024).
Pj Wali Kota Mojokerto, Moh. Ali Kuncoro meninjau langsung lokasi banjir dan memastikan masyarakat terdampak bisa segera mendapatkan bantuan.
Baca juga: Pemkot Mojokerto Gandeng 30 Penyedia Makan Minum, Harga Nasi Kotak Ditetapkan Lewat Kontrak Payung
Baca juga: Potret Genangan Air di Kota Mojokerto Akibat Luapan Sungai Kali Sadar
"Ada sejumlah titik yang memang terdampak akibat meluapnya Sungai Sadar. Sejumlah rumah warga terendam dan juga sejumlah fasum seperti sekolah, masjid juga ada yang terendam banjir," jelas Mas P-sapaan Ali Kuncoro.
"Untuk itu kita membagikan nasi bungkus ke rumah-rumah warga yang terdampak dan kita juga sedang proses untuk mendirikan dapur umum," tambahnya.
Mas Pj menjelaskan bahwa banjir hari ini disebabkan luapan air Sungai Kali Sadar yang tidak mampu menampung debit air, akibat hujan deras yang terjadi Selasa (5/3/2024) malam hingga Rabu (6/3/2024) dinihari.
Untuk itu, Pemkot Mojokerto saat ini tengah berupaya keras untuk melakukan penanggulangan banjir dengan berkoordinasi intens ke sejumlah pihak.
Baca juga: Bukan Juara Utama, Tapi Prestasi Christopher Kevin Yuwono Bikin Namanya Makin Bersinar
"Kita sudah mengecek rumah pompa di lokasi-lokasi terdampak. Kita pastikan rumah pompa yang ada berfungsi maksimal untuk membantu segera menangani banjir ini," jelas Mas Pj.
Mas Pj juga telah menginstruksikan Dinas PU Kota Mojokerto untuk memastikan rumah pompa bisa bekerja 24 jam nonstop mengatasi genangan air di wilayah terdampak.
"Kami juga telah mendata seluruh tanggul-tanggul penahan air yang bermasalah, serta mewajibkan seluruh Kepala OPD, camat, lurah untuk siap siaga 24 jam jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," bebernya.
Tak hanya itu, Pemkot Mojokerto juga langsung melakukan rapat intensif dengan sejumlah stakeholder, untuk segera mengatasi permasalah tersebut.
Baca juga: Dari Panggung Gus Yuk 2026, Kota Mojokerto Titipkan Misi Promosi Pariwisata ke Generasi Muda
"Kami juga akan segera berkoordinasi dengan Pemprov Jatim, untuk mengantisipasi jika banjir tidak kunjung surut," tandas Mas Pj.
Untuk diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda telah memprakirakan cuaca ekstrem, berupa hujan sedang-lebat disertai kilat dan angin kencang akan melanda Jawa Timur hingga 8 Maret 2024.
Cuaca ekstrem ini juga akan berlangsung selama periode pancaroba (peralihan musim) pada Maret sampai April 2024.
Editor : Narendra Bakrie
