97 Tahun Lalu Partai Politik Tertua di Indonesia Terbentuk

97 Tahun Lalu Partai Politik Tertua di Indonesia Terbentuk © mili.id

Ketua PNI, Bung Karno bersama anggotanya. (Istimewa)

Mili.id - Pada 4 Juli 97 tahun lalu, tepatnya di tahun 1927 sebuah partai Perserikatan Nasional Indonesia atau PNI didirikan di Bandung, Jawa Barat. Terbentuknya partai tersebut merupakan hari bersejarah bagi dunia perpolitikan di Indonesia.

Partai yang memegang ideologi Nasionalisme ini merupakan partai tertua di Indonesia, yang sempat disegani oleh Belanda. Sebab, saat itu PNI menyebarkan ajaran-ajaran pergerakan kemerdekaan.

Baca juga: Wisuda Ke XXVII, UBS PPNI Cetak 428 Mahasiswa Cum Laude

(Sejarah Terbentuknya PNI)

PNI didirikan oleh beberapa tokoh pergerakan, seperti Tjipto Mangunkusumo, Sartono, Iskaq Tjokrohadisuryo, dan Sunaryo. Selain itu, para pelajar yang tergabung dalam Algemeene Studie Club (ASC) yang diketuai oleh Soekarno juga bergabung bersama untuk mendirikan PNI.

Dalam buku 'Mengabdi Republik' karangan Adam Malik disebutkan, PNI didirikan pada 4 Juli bukanlah tanpa dasar. Tanggal tersebut dipilih dalam melahirkan PNI karena terinspirasi dengan hari kemerdekaan Amerika Serikat pada 4 Juli 1776.

Setahun berjalan, pada 1928 Perserikatan Nasional Indonesia berubah nama menjadi Partai Nasional Indonesia. Dalam kiprahnya, anggota PNI sering menentang kebijakan yang dibuat oleh Belanda, hingga membuatnya dicap sebagai organisasi yang radikal.

Baca juga: UBS PPNI Mojokerto Gandeng BNPT dan Kontras Gelar Kuliah Pakar Bahas Premanisme

Sejak saat itu, PNI dianggap membahayakan Belanda dan pada 24 Desember 1929 Pemerintah Kolonial mengeluarkan penangkapan terhadap tokoh-tokoh PNI. Akhirnya, pada 29 Desember 1929, tokoh-tokoh PNI antara lain Soekarno, Maskun Sumadiredja, Gatot Mangkupraja, dan Soepriadinata ditangkap oleh Belanda.

Setelah ditangkap, mereka baru menjalani proses pengadilan pada 18 Agustus 1930. Setelah itu, mereka baru dijebloskan ke dalam Penjara Sukamiskin, Bandung. Dalam masa pengadilan ini, Bung Karno menuliskan sebuah pledoi yang monumental dan menjadi salah satu catatan sejarah penting bagi pergerakan bangsa Indonesia, yaitu Indonesia Menggugat.

Setelah para tokoh-tokoh PNI dijebloskan ke penjara, terjadi pergantian pucuk pimpinan PNI. Kedudukan semula yang dijabat oleh Bung Karno diganti oleh Mr. Sartono. Selanjutnya, dalam kepemimpinan Sartono ini PNI dibubarkan, dan membentuk Partindo pada 25 April 1931.

Baca juga: Pengurus Lama YKWP-PNI Mojokerto Angkat Bicara Soal Kegaduhan di UBS PPNI

Tujuan Partindo dengan PNI ini nyaris sama, yang membedakan hanyalah nama. Pembubaran ini lantas mendapat banyak pertentangan oleh tokoh-tokoh PNI, seperti Bung Hatta. Dia yang tidak sepaham dengan pembubaran PNI akhirnya membentuk PNI-Baru.

Sering perjalanan waktu, pada 1933 Soekarno kembali ditangkap oleh Belanda dan ia dibuang ke Ende, Flores sampai 1942. Selanjutnya, pada 1934, giliran Hatta dan Sjahrir yang ditangkap dan keduanya dibuang ke Bandaneira sampai tahun 1942.

Setelah proklamasi kemerdekaan, PNI menjadi salah satu partai besar di Indonesia dan berhasil memenangi Pemilihan Umum 1955. Namun, sepak terjang PNI sebagai partai harus berakhir setelah rezim Orde Baru mengeluarkan aturan mengenai peleburan partai politik di Indonesia. PNI akhirnya bergabung bersama empat partai lain dan menjadi Partai Demokrasi Indonesia alias PDI.

Editor : Achmad S



Berita Terkait