Gus Yahya (Tengah) saat memberikan keterangan kepada awak media di Kediaman Rais Aam PBNU di Pesantren Miftachussunnah, kawasan Kedung Tarukan Surabaya. (Bejo/mili.id
Surabaya - Usai ratusan kiai berkumpul di pesantren Tebuireng Jombang beberapa waktu lalu, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar memberikan mandat penuh kepada Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) untuk segera membenahi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
"Kemarin para kiai khos berkumpul di Pesantren Tebuireng, untuk mendalami masalah-masalah terkait hubungan PBNU dan PKB,” kata Gus Yahya kepada wartawan di kediaman Rais Aam PBNU di Pesantren Miftachussunnah, Kedung Tarukan Surabaya, Selasa (13/8/2024).
Baca juga: Kejari Surabaya Tangkap Ibu-Anak Buron Korupsi Rp4,75 Miliar, Buron Empat Tahun
Gus Yahya menambahkan, ia dipanggil oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar yang kebetulan dirinya di Surabaya.
"Kemudian, saya tadi mendapatkan perintah langsung dari Rais Aam untuk menindaklanjuti laporan dari para kiai," ungkap Gus Yahya.
Terkait langkah apa yang akan dilakukan dalam menghadapi Muktamar PKB, Gus Yahya mengaku akan segera mematangkan rumusannya.
Menurut Gus Yahya, masalah antara PKB dan PBNU sebenarnya bukanlah masalah baru. Hubungan yang tidak baik ini sebenarnya telah terjadi dalam 15 tahun terakhir atau sejak PKB dipimpin Muhaimin Iskandar.
“Ini berlangsung lama sudah lebih dari 15 tahun. Masalah di dalam hubungan PKB dan NU ini sudah lama sekali.
Tapi selama ini belum pernah dilakukan upaya-upaya yang masif mengelolanya,” kata Gus Yahya.
Baca juga: Gerak Cepat Pemkot Surabaya Sidak Gion Spa, Management Kooperatif
Salah satu yang jadi permasalahan, menurut Gus Yahya, adalah kedudukan Dewan Syuro di struktural PKB yang telah dieliminasi sedemikian rupa, sehingga tidak punya wewenang apapun dalam mengambil keputusan.
“Ini perubahan fundamental sejak PKB didirikan oleh PBNU. PBNU akan mengambil keputusan untuk menentukan langkah-langkah dan upaya. NU dan PKB punya hubungan yang khusus. NU punya tanggung jawab moral terhadap dinamika yang ada di PKB,” jelasnya.
Gus Yahya menegaskan, PKB bukan hanya menjadi satu-satunya partai yang harus diayomi NU. NU juga harus mengayomi yang lain. “Tapi dengan PKB, yang didirikan NU punya tanggung jawab moral khusus. Kamu akan melakukan sosialisasi kepada struktural NU, agar memperjuangkan aspirasi NU di keputusan-keputusan PKB secara nasional,” imbuhnya.
Sementara itu, ditanya terkait Lukman Edy yang dipolisikan oleh PKB. Gus Yahya enggan ambil pusing dengan masalah ini.
Baca juga: Cegah Jukir Tidak Resmi, Dishub Surabaya Tempel Foto Petugas di 819 Titik Parkir
"Silakan saja, nanti kan Lukman Edy ditanya polisi apa jawabannya kan begitu. Silakan saja," kata Gus Yahya.
Akan tetapi, Gus Yahya mengingatkan jika Lukman Edy bisa membuktikan apa yang disampaikan, ia meminta PKB bersiap menghadapi risikonya.
"Kalau Lukman Edy dianggap memfitnah misalnya lalu Lukman Edy mengeluarkan bukti-bukti ya risiko tanggung sendiri. Jadi ya ini proses biasa saja," kata Gus Yahya.
Sebelumnya Lukman Edy dilaporkan secara masif ke polisi atas dugaan pencemaran terhadap Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Laporan terhadap Lukman Edy tersebar di Bareskrim Polri hingga Polda Jateng dan Polda Jatim.
Editor : Achmad S
