Ilustrasi. (Freepik)
Surabaya - Foto tak seronok seorang perempuan berinisial MW (29) asal Surabaya, tersebar melalui akun media sosial Instagram. Ia mengaku depresi dan nyaris mengakhiri hidup setelah pihak keluarganya mengetahui.
MW bercerita bahwa ia baru mengetahui foto pribadinya tersebar pada Juli 2024. Saat itu, ia diberi tahu temannya yang mengirimkan sebuah akun Instagram yang berisi foto-foto pribadinya. Ia pun kaget karena merasa akun itu bukan miliknya.
"Akun instagram itu awalnya mengunggah foto-foto pribadi dan mencantumkan nomor pribadi saya. Akun itu juga memberikan narasi negatif ke pribadi saya," katanya, Selasa (15/10/2024).
Awalnya ia tidak ambil pusing. Namun, semakin berlalunya waktu akun tersebut mencantumkan alamat tempat dia bekerja dan tinggal. Selain itu, juga dicantumkan nama adik kandungnya. Ia pun ketakutan dan memutuskan mengadu ke Polda Jawa Timur.
"Saya tidak tahu siapa yang membikin akun itu. Sekarang kondisinya keluarga sudah tahu. Saya merasa depresi dan sempat hampir melakukan percobaan bunuh diri," imbuhnya.
Namun, ia hampir menyerah lantaran aduan yang dibuat di Ditreskrimsus Polda Jatim ini dilimpahkan ke Polres Banyuwangi. Alasannya, pengadu ber-KTP Banyuwangi serta bobot perkara yang ringan dan untuk efektifitas penanganan.
"Saya sudah hampir menyerah. Saya malu dan sakit hati luar biasa. Sampai sekarang sudah satu bulan lebih, laporan saya tidak diproses. Kemana saya meminta perlindungan hukum," ungkapnya.
"Memang KTP saya Banyuwangi. Tapi, saya tinggal di Surabaya dan semua saksi yang saya ajukan berasal dari Surabaya. Kalau dipindah ke Polres Banyuwangi kan gak masuk akal," lanjutnya.
Sementara Kuasa Hukum MW, Firman berharap agar pihak penyidik bekerja secara profesional dan mengusut kasus ini dengan pertimbangan, korban merasa depresi dan sempat terpikir bunuh diri.
"Kami berharap penyidik bekerja profesional agar segera melakukan tahapan-tahapan sebagaimana diatur dalam KUHAP. Kami sayangkan jika korban yang meminta perlindungan hukum malah depresi bukan hanya akibat dari menanggung rasa malu fotonya tersebar ditambah akibat dari lambannya proses ini," pungkasnya.
Baca juga: Gerak Cepat Anas Karno, Keluhan Air Bersih Langsung Ditindaklanjuti
Editor : Achmad S
