Begini Cara Cerdas Ikfina-Gus Dulloh Perkuat Pertanian di Mojokerto

Begini Cara Cerdas Ikfina-Gus Dulloh Perkuat Pertanian di Mojokerto © mili.id

Ikfina Fahmawati ketika melihat petani sedang panen bawang merah.(Foto: istimewa)

Mojokerto - Ikfina Fahmawati dan Gus Dulloh Paslon Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto janji mendirikan BUMD (Badan usaha milik daerah) khusus memperkuat bidang pertanian di Kabupaten Mojokerto.

Paslon nomor urut 1 ini bakal menjadikan fokus utama BUMD khusus ini untuk stabilitas harga komoditas pertanian yang acap kali anjlok saat panen raya sehingga merugikan petani.

Baca juga: Residivis Curanmor Ditangkap Saat Berburu Target, Polisi Ungkap Empat Lokasi Aksi Pelaku

Cara cerdas Idola akronim Ikfina-Gus Dulloh ini dengan harapanBUMD tersebut dapat menyerap hasil panen dengan harga pasar sehingga tidak sampai merugikan para petani, dan hal ini merupakan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat di Bumi Majapahit.

Cabup Mojokerto Ikfina Fahmawati menjelaskan, pihaknya akan lebih fokus di sektor pertanian, salah satunya mencetuskan BUMD tersebut.

"Nanti ke depan kita berpikir untuk mempunyai BUMD yang akan fokus menstabilkan harga panen dari para petani. Kalau perlu jika harganya murah (Panen), biar dibeli oleh BUMD dengan harga yang bagus dan kita terus berproses," ujar Ikfina pada mili.id.

Lima terobosan Idola, salah satunya mendukung sektor pertanian, nomor 1 wajib pemenuhan kebutuhan air, ketersediaan pupuk pada waktunya dan yang sesuai, tenaga kerja, ketersediaan alat-alat produksi pertanian (Alsintan), stabilitas harga komoditas pertanian saat panen melalui BUMD, dan pengelolaan pasca panen.

"Kita fokus di sektor ekonomi, karena yang melibatkan banyak angkatan kerja, ada tiga bidang di Kabupaten Mojokerto. Yaitu pertanian, pariwisata dan perdagangan. Terutama sektor pertanian untuk mendukung Presiden Prabowo Subianto mewujudkan swasembada pangan," bebernya.

Cabup petahana ini mengungkapkan, intervensi pemerintah juga akan menyasar komoditas pertanian pasca panen.

Dirinya mencontohkan, para petani tembakau akan mengolah hasil panen dengan merajang tembakau kemudian disimpan untuk meningkatkan daya jual ke pasaran.

Baca juga: Kapolres Mojokerto Kota Ajak Ojol, PKL dan Tukang Becak Jadi Mitra Menjaga Kondusivitas Kota

Petani tembakau paling banyak di Dawarblandong, Kemlagi, Jetis dan Gedeg.

"Kita akan fokus termasuk pengelolaan pasca panen, ini nanti yang akan kita lakukan. Tadi juga kita dapat masukkan dari petani di Pacet, saat panen raya harga komoditas bawang merah anjlok. Kita tekankan perlu untuk pengolahan pasca penen," ujar Ikfina.

Bupati Mojokerto ke-30 ini juga menjelaskan, petani merugi saat panen raya yang membuat harga murah bawang merah di pasaran.

Sehingga petani bawang merah di kawasan Pacet memerlukan pengolahan pasca panen, untuk meningkatkan daya jual saat panen raya.

Baca juga: Polres Mojokerto Kota Antisipasi Dini Peredaran Vape Narkoba, Gandeng Vape Store hingga Sekolah

"Nanti harus ada pengelolaan, apakah nanti dijadikan bawang goreng (Produk UMKM) maupun minyak bawang merah atau lainnya. Sehingga nanti tetap para petani ini akan mendapatkan harga panen yang bagus dan tidak rugi," cetusnya.

Ikfina-Gus Dulloh juga berkomitmen untuk menuntaskan infrastruktur, karena mayoritas penduduk menginginkan pembangunan jalan meliputi jalan poros desa, jalan lingkungan dan jalan usaha tani (JUT), apalagi JUT yang didambakan warga Pacet.

Dirinya melihat masih banyak JUT yang belum dibangun saat Ikfina blusukan menyerap aspirasi dari petani di kawasan Pacet.

"Kita tetap fokus pembangunan di segala bidang. Termasuk mayoritas masyarakat ingin jalannya terus dibangun," ungkap bupati perempuan pertama di Mojokerto tersebut.

Editor : Aris S



Berita Terkait