Rilis pengungkapan narkoba jelang akhir tahun.(Humas BNN RI)
Mili.id - Jelang akhir tahun 2024 Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) gelar ungkap kasus hasil tindak pidana narkotika di kantor BNN RI.
Sebanyak 15 kasus diungkap, terdiri dari berbagai wilayah di Tanah Air seperti Sumatera Utara, Kalimantan Utara, Bali, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Lombok, DKI Jakarta, Banten, dan Bangka Belitung.
"BNN RI tidak pernah berhenti untuk mengungkap kasus peredaran gelap narkotika yang ada di Indonesia, baik dari dalam maupun jaringan internasional," ujar Kepala BNN RI, Marthinus Hukom, Jumat (06/12/2024).
Berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti Bea dan Cukai, ungkap kasus BNN ini berhasil mengamankan barang bukti berupa sabu, ganja, ekstasi, dan kokain.
Dari 15 kasus, jumlah barang bukti yang didapat sebanyak 80.877 gram sabu, 169.432,78 gram ganja, 59.807 butir ekstasi dan 1.968 gram kokain. Serta uang tunai senilai Rp301.940.000 (tiga ratus satu juta sembilan ratus empat puluh ribu rupiah).
Terbaru yakni pengungkapan BNNP DKI Jakarta setelah menerima laporan dari BNNP Sumatera Utara terkait adanya pengiriman paket yang berisikan narkotika jenis ganja dari Medan menuju wilayah Jakarta melalui perusahaan jasa pengiriman.
Baca juga: Polres Tuban Gagalkan Peredaran Sabu dan Ekstasi, Dua Pengedar Diamankan
Tim 3 Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNNP DKI Jakarta melakukan penyelidikan menuju jasa ekspedisi di Kawasan Jakarta Timur.
Kemudian pada Senin (2/12/2024) tim melakukan koordinasi dengan petugas terkait proses pengiriman paket karena alamat penerima paket berada di daerah Kampung Makassar.
Pada pukul 10.00 WIB tim melakukan control delivery terhadap paket tersebut.
Baca juga: Polda Jateng dan BPOM Bongkar Sindikat Pabrik Obat Terlarang Jenis Ini
Sesampainya paket tersebut tiba di alamat Jalan Olahraga Kelurahan Cililitan Kramat Jati, Jakarta Timur.
Paket tersebut tidak ada yang menerima dan setelah ditanyakan kepada warga sekitar bahwa tidak ada atas nama penerima paket serta tidak ada yang mengenali nama tersebut.
Selanjutnya kurir paket mencoba menghubungi nomor penerima yang tertera pada paket, namun nomor tersebut tidak aktif sehingga paket tidak berhasil diterima dan kemudian paket dibawa ke Kantor BNN Provinsi DKI Jakarta guna proses lebih lanjut.
Editor : Aris S
