Hari Santoso/Foto:mili/roy
Mili.id - Peran organissasi kepemudaan dalam pembangunan kota Surabaya tidak serta merta ditinggal begitu saja ketika telah tercapai.
"Enggak boleh itu! Mulai awal, pertengahan sampai akhir keterlibatan organisasi kepemudaan betul-betul seimbang dengan apa yang diharapkan Pemkot." kata Ketua Pansus Raperda Kepemudaan DPRD Kota Surabaya, Hari Santoso, saat dihubungi, Jumat (29/4).
Baca juga: Kejari Surabaya Tangkap Ibu-Anak Buron Korupsi Rp4,75 Miliar, Buron Empat Tahun
Hari menjelaskan, saat ini, pihaknya melibatkan sebanyak 17 organisasi kepemudaan untuk dimintai masukan, baik secara pemikiran maupun pelaksanaan.
"Namun, kami masih cari lagi organisasi kepemudaan lainya untuk memberikan masukan pada kami." ujar Hari.
Sebab, urai Hari penekanan Perda diharapkan betul-betul melindungi organisasi kepemudaan. Supaya peran pemuda nantinya yang dilibatkan dalam pembangunan harus mendapatkan fasilitas.
Baca juga: Gerak Cepat Pemkot Surabaya Sidak Gion Spa, Management Kooperatif
"Jadi termasuk bagaimana keterlibatan UMKM bagi pemuda dan bagaimana kita memberikan apresiasi kepada pemuda yang berprestasi." papar Politisi Nasdem tersebut.
Tidak hanya itu, Hari juga menekankan peran kepemudaan di sektor digitalisasi perlu mendapatkan fasilitas pula. Kendati begitu, dia sadar hal semacam ini pada dasarnya sangat membutuhkan anggaran. Sayangnya, sambung Hari sampai sekarang tidak ada anggaran yang sifatnya bisa dipertanggungjawabkan secara hukum.
"Kalau itu bentuknya hibah, hibahnya ternyata enggak boleh berurutan dan lain sebagainya." jelas Hari.
Baca juga: Cegah Jukir Tidak Resmi, Dishub Surabaya Tempel Foto Petugas di 819 Titik Parkir
Maka, tegas Hari harus ada solusi bagaimana organisasi kepemudaan ini tetap eksis, untuk mendorong Surabaya lebih baik kedepannya. "Sekali lagi tujuan utama (Pansus) ini, agar mulai awal, pertengahan dan sampai akhir kepemudaan ini ikut terlibat pembangunan. (Maka) harus ada peran pemerintah kalau enggak, sama aja bohong." tegas Anggota Komisi D tersebut.
"Pemuda kita ajak ngomong, kita mintai pendapat, masukan, tetapi Pemkot tidak memfasilitasi, Iya sama juga bohong." demikian Hari.
Editor : Redaksi
