Marsa Tsabitdhia, cucu Hamidah di depan rumah neneknya. (Wendy/mili.id)
Surabaya, mili.id - Keluarga korban pencurian emas 1 kilogram lebih yang terjadi di rumah Hamidah (77) warga Jalan Achmad Jaiz, Genteng, Surabaya merasa heran.
Pasalnya, pihak keluarga tidak menduga bahwa pelaku yang mengaku sebagai petugas cek meteran Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surabaya, itu mengetahui letak lokasi penyimpanan emas.
Baca juga: Kejari Surabaya Tangkap Ibu-Anak Buron Korupsi Rp4,75 Miliar, Buron Empat Tahun
"Pelaku mencongkel lemari nenek. Nah anehnya kayak gitu. Kamar ada banyak tapi dia kok tahu tempat berharga, kok bisa tahu," ujar cucu korban Marsa Tsabitdhia, Kamis (23/1/2025).
Sebagai cucunya Hamidah, Marsa sendiri mengaku dirinya saja tidak tahu bila di dalam lemari ada kotak berisi emas yang totalnya senilai miliran rupiah milik neneknya tersebut.
"Enggak ada (orang dalam) kayaknya. Saat kejadian, di rumah cuma ada nenek dan kakek. Kakek waktu itu sedang tidur," terangnya.
Pria 30 tahun ini mengungkapkan, di dalam rumah neneknya itu tidak ada CCTV. Menurutnya, CCTV ada di toko seberang lokasi kejadian.
Baca juga: Gerak Cepat Pemkot Surabaya Sidak Gion Spa, Management Kooperatif
"Kebetulan ada CCTV di situ (toko) katanya hardisknya rusak. Bisa dilihat online tapi bosnya di Jakarta," ungkapnya.
Sementara Kapolsek Genteng AKP Grandika Indera Waspada menjelaskan, pihak kepolisian hingga kini masih melakukan proses penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut.
"Masih proses semua. (Ada keterlibatan orang dalam) Belum tahu, kami masih melakukan pendalaman penyelidikan," pungkasnya.
Baca juga: Cegah Jukir Tidak Resmi, Dishub Surabaya Tempel Foto Petugas di 819 Titik Parkir
Sebelumnya, Komplotan pencuri beraksi di Jalan Ahmad Jais, Surabaya, Rabu (22/1/2025) pagi. Pelaku beraksi di rumah milik Hamidah (77), dengan berpura-pura mengecek meteran PDAM. Mereka menggondol perhiasan emas, dengan berat total 1 kilogram (kg).
Korban bercerita, sekitar pukul 09.45 WIB ia didatangi tiga pria yang mengaku sebagai petugas PDAM yang hendak mengecek meteran.
"Saya sempat bertanya, yang biasanya periksa ke mana. Sama pelaku dijawab kalau mereka itu atasannya. Saya persilahkan masuk karena meteran ada di dalam rumah," ungkap Hamidah.
Editor : Achmad S
