Diduga Jadi Ajang Mesum Sesama Jenis, Bor-boran Kota Mojokerto Ditata Ulang

Diduga Jadi Ajang Mesum Sesama Jenis, Bor-boran Kota Mojokerto Ditata Ulang © mili.id

Petugas Satpol PP Kota Mojokerto menemukan kondom di bor-boran (Foto: Nana/mili.id)

Mojokerto, mili.id - Kolam air hangat atau bor-boran di Lingkungan Kedungsari, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto kini dipasangi lampu penerangan.

Pemasangan lampu penerangan di bor-boran dilakukan Pemkot Mojokerto, Kamis (10/7/2025).

Baca juga: Pemkot Mojokerto Gandeng 30 Penyedia Makan Minum, Harga Nasi Kotak Ditetapkan Lewat Kontrak Payung

Langkah itu dilakukan lantaran adanya laporan masyarakat terkait dugaan bahwa bor-boran kerap dijadikan lokasi berkumpulnya komunitas LGBT pasangan sesama jenis, terutama saat malam hari.

Tim gabungan dari Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto melakukan inspeksi ke lokasi pada Rabu (9/7/2025) malam.

Hasilnya, area tersebut gelap gulita dan berserakan sampah seperti bungkus sabun, sampo, deterjen, pelumas hingga alat kontrasepsi laki-laki atau kondom.

Penataan ulang bor-boran Kota MojokertoPenataan ulang bor-boran Kota Mojokerto

Plt Kepala Satpol PP Kota Mojokerto, Abdul Rachman Tuwo menjelaskan, pihaknya telah berkomunikasi dengan ketua RT setempat.

Meski tidak ditemukan aktivitas mencurigakan saat peninjauan, pihaknya tetap akan mengambil langkah antisipatif.

Baca juga: Bukan Juara Utama, Tapi Prestasi Christopher Kevin Yuwono Bikin Namanya Makin Bersinar

"Sudah kami koordinasikan dengan Pak RT. Selama ini tidak terlihat kejadian yang mencurigakan, tetapi karena tempat ini cukup terbuka dan strategis, kita tetap lakukan mitigasi," terang dia.

Untuk tindak lanjut, Dishub Kota Mojokerto memasang lampu penerangan. Sementara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dijadwalkan untuk membersihkan area kolam dari sampah yang berserakan.

"Mulai besok akan kita bersihkan dan terangi agar area ini tidak lagi gelap. Satpol PP juga akan rutin berpatroli," beber Tuwo.

Dia berharap masyarakat turut berperan dalam pengawasan, untuk mencegah penggunaan tempat tersebut untuk aktivitas menyimpang.

Baca juga: Dari Panggung Gus Yuk 2026, Kota Mojokerto Titipkan Misi Promosi Pariwisata ke Generasi Muda

"Kalau memang ditemukan kegiatan yang tidak pantas, tentu akan kami tindaklanjuti," tegasnya.

Sementara Plt Kepala Dishub Kota Mojokerto, Amin Wachid menambahkan, area kolam air hangat itu berada di atas lahan milik pemkot. Ia menyampaikan permintaan maaf atas keresahan yang timbul di masyarakat.

"Lokasi ini adalah aset milik pemkot. Kami minta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami akan menata kembali agar area ini bisa dimanfaatkan secara positif," tandas Amin.

 

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait