Mojokerto, mili.id-Udara sejuk Trawas, Mojokerto, pada Sabtu sore (18/10/2025) menjadi saksi ketika puluhan advokat melebur dalam satu semangat yang sama: kembali ke akar nilai profesi. Di bawah rindang pepohonan Alas Veenuz Camping Ground, sekitar 62 anggota dan pengurus Kongres Advokat Indonesia (K.A.I) Jawa Timur berkumpul dalam suasana hangat untuk mengikuti kegiatan refreshment dan koordinasi organisasi.
Namun kegiatan kali ini bukan sekadar rapat atau pertemuan formal seperti biasanya. Dengan tema “Memeluk Bumi, Menjaga Keseimbangan dan Harmoni”, DPD K.A.I Jawa Timur mengajak para anggotanya beristirahat sejenak dari hiruk-pikuk ruang sidang, dan menengok kembali makna luhur profesi advokat — officium nobile, profesi yang mulia dan bermartabat.

Refleksi di Tengah Alam
Ketua DPD K.A.I Jawa Timur, Adv. Roni Wahyono, S.H., M.H., menyebut kegiatan ini sebagai ruang refleksi bagi para advokat agar tidak larut dalam gaya hidup hedonis yang kerap menjauhkan dari jati diri profesi.
> “Kami ingin mengembalikan semangat advokat kepada hakekat hidup yang bersahaja. Refreshment ini menjadi momentum untuk merevitalisasi nilai-nilai kebangsaan dan profesionalisme di tengah liberalisasi organisasi advokat,” ujar Roni Wahyono.
Bukan hanya pengurus daerah, jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) K.A.I juga hadir, di antaranya Adv. Erman Umar, S.H. (Penasehat K.A.I dan mantan Presiden K.A.I 2019–2024), Adv. Aprillia Supaliyanto, S.H., M.M. (Ketua Dewan Kehormatan), Adv. Mohammad Fajar, S.H., M.H. (Wakil Sekretaris Jenderal), dan Adv. Farchat Baabdillah, S.H. (Humas), mewakili Presiden K.A.I Adv. Dr. Nasrullah Nawawi, S.H., M.M., M.H.

Semangat Kebangsaan yang Dihidupkan Kembali
Kegiatan dibuka dengan upacara bendera yang dipimpin langsung oleh Erman Umar sebagai Inspektur Upacara. Di tengah suasana alam yang teduh, suara lantang peserta mengucap Pancasila seakan menjadi pengingat bahwa advokat bukan hanya penegak hukum, tetapi juga penjaga moral dan nilai kebangsaan.
“Kegiatan seperti ini menyegarkan kembali semangat Pancasila dan UUD 1945 sebagai pedoman hidup, serta memperkuat komitmen terhadap kode etik profesi dan tujuh ikrar Advokat K.A.I,” tutur Erman Umar.
“Jangan sampai, ketika advokat K.A.I kelak diberi amanah sebagai pejabat publik, justru gagap melafalkan Pancasila,” tambahnya disambut tawa ringan peserta.
Belajar Harmoni Lewat Permainan dan Seni
Kebersamaan tak berhenti di situ. Serangkaian outbound games yang digelar sore hari menumbuhkan rasa percaya, solidaritas, dan kepedulian antaranggota. Dari permainan sederhana, nilai-nilai besar tentang kerja sama dan empati tumbuh alami di antara mereka.
Malamnya, suasana berubah menjadi lebih emosional saat Teater Themis DPD K.A.I Jawa Timur menampilkan lakon “Rendezvous (Tunggu Aku di Pintu Surga)”. Pentas itu bukan sekadar hiburan, melainkan penghormatan untuk para senior dan tokoh K.A.I yang hadir. Tepuk tangan panjang menutup malam penuh makna itu.
Menjembatani Generasi Advokat
Dalam sesi koordinasi, berbagai evaluasi dan gagasan dilontarkan. Dialog berlangsung terbuka, membuktikan bahwa organisasi advokat juga dapat tumbuh melalui refleksi dan komunikasi sejajar.
Ketua Dewan Kehormatan, Adv. Aprillia Supaliyanto, S.H., M.M., menegaskan pentingnya kegiatan semacam ini dilanjutkan secara nasional.
“Kegiatan seperti ini luar biasa. Harus menjadi agenda nasional agar dapat memutus gap historical antara advokat muda dan senior dalam memahami retorika sejarah K.A.I,” ujarnya.
Menutup dengan Komitmen
Ketika matahari pagi Minggu menembus sela-sela pepohonan Alas Veenuz, kegiatan refreshment pun resmi ditutup. Namun semangat yang lahir di antara para advokat itu justru baru mulai tumbuh. Mereka pulang membawa pesan sederhana tapi dalam: menjaga marwah profesi advokat sebagai profesi yang mulia — officium nobile.
Dari lereng Trawas, advokat K.A.I Jawa Timur tak hanya belajar memeluk bumi, tetapi juga memeluk kembali panggilan hati sebagai penegak keadilan yang berjiwa luhur.
Editor : Muhammad
