Lurah Arogan di Tapteng Viral, Cekcok dengan Ketua DPRD Berujung Nyaris Diamuk Massa

Lurah Arogan di Tapteng Viral, Cekcok dengan Ketua DPRD Berujung Nyaris Diamuk Massa © mili.id

Insiden panas terjadi di Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, ketika seorang lurah terlibat cekcok dengan Ketua DPRD di tengah forum resmi. Peristiwa ini viral di media sosial dan memicu kemarahan warga hingga nyaris berujung amuk massa.

Mili.id - Insiden panas terjadi di Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, ketika seorang lurah terlibat cekcok dengan Ketua DPRD di tengah forum resmi. Peristiwa ini viral di media sosial dan memicu kemarahan warga hingga nyaris berujung amuk massa.

Dilansir dari Detik, Keributan itu terjadi pada Senin (27/4/2026) di Kantor Camat Barus saat berlangsung pembahasan bantuan bencana. Dalam forum yang dihadiri masyarakat dan pejabat setempat, Lurah Padang Masiang berinisial HH tiba-tiba datang dan langsung memicu ketegangan.

Baca juga: Enam Kapal Penangkap Ikan Terbakar di Pelabuhan Belawan, Damkar Berjibaku Lebih dari Dua Jam

Situasi memanas ketika lurah tersebut diduga bersikap tidak sopan. Ia disebut menyalakan rokok di hadapan peserta rapat, lalu terlibat adu mulut dengan Ketua DPRD Tapteng, Ahmad Rivai Sibarani. Bahkan, dalam momen tersebut, lurah sempat membentak dan memukul meja, memperkeruh suasana yang sudah tegang.

Aksi tersebut langsung memancing emosi warga yang hadir. Massa yang kesal dengan sikap lurah hampir meluapkan amarahnya secara langsung. Beruntung, aparat kepolisian sigap mengamankan situasi sebelum kericuhan semakin meluas.

Baca juga: KemenHAM Berpeluang Raih Rekor Dunia Pendidikan HAM, Libatkan 6.000 Peserta

Kapolres Tapteng, AKBP Alan Haikel, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut sikap lurah menjadi pemicu utama emosi warga. Untuk meredam situasi, polisi segera mengamankan lurah dan membawanya ke Polres Tapteng.

Sementara itu, Ketua DPRD Ahmad Rivai Sibarani menjelaskan bahwa awal mula ketegangan dipicu keluhan warga terkait bantuan bencana yang tidak merata. Ia menilai lurah seharusnya menunjukkan sikap lebih bijak dan meminta maaf kepada masyarakat, bukan justru memperkeruh suasana.

Baca juga: Pria Tewas di Sungai Laguboti, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya etika pejabat publik dalam menghadapi masyarakat, terutama dalam situasi sensitif seperti penyaluran bantuan bencana.

Editor : Redaksi



Berita Terkait