Media Center RJM Salurkan Bantuan untuk Anak Korban KDRT di Puri Mojokerto

Media Center RJM Salurkan Bantuan untuk Anak Korban KDRT di Puri Mojokerto © mili.id

Salah satu anggot Media Center Ruang Jurnalis Mojokerto (MC) membawakan beras ke kediaman keluarga korban, Senin (11/5/2026).

Mili.id – Kepedulian terhadap anak korban tragedi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto terus mengalir.

Kali ini bantuan datang dari para wartawan yang tergabung dalam Media Center Ruang Jurnalis Mojokerto (MC RJM).

Para jurnalis tersebut menyalurkan bantuan berupa uang tunai untuk kebutuhan pendidikan serta 10 paket beras premium yang dihimpun dari anggota MC RJM.

Bantuan diserahkan langsung kepada keluarga korban di kediamannya pada Senin (11/5/2026). Suasana haru menyelimuti penyerahan bantuan tersebut karena keluarga masih berupaya bangkit setelah tragedi memilukan yang menimpa mereka.

Perwakilan MC RJM, Sholahuddin dari INews TV mengatakan, bantuan itu merupakan bentuk kepedulian insan pers Mojokerto terhadap masa depan anak korban yang kini harus kehilangan sosok ibunya.

“Semoga bantuan dari teman-teman MC RJM ini bisa sedikit meringankan beban keluarga, terutama untuk kebutuhan anak ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua MC RJM M. Saifuddin berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pendidikan dan kebutuhan sehari-hari.
Menurutnya, aksi sosial itu menjadi bentuk solidaritas para jurnalis terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah.

“Kami turut prihatin atas peristiwa ini. Semoga keluarga diberi ketabahan dan anak korban bisa tumbuh sehat serta memiliki masa depan yang lebih baik,” katanya.

Pihak keluarga korban mengaku berterima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan para wartawan Mojokerto. Dukungan moral maupun materi dari berbagai pihak disebut sangat membantu mereka melewati masa sulit.

Terpisah, Kepala Desa Sumbergirang, Siswayudi, turut mengapresiasi aksi kemanusiaan yang dilakukan MC RJM.

“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga korban,” ucapnya.

Ia juga berharap pemberitaan terkait kasus tersebut tetap berimbang agar keluarga korban tidak mengalami tekanan mental berlebih.

“Biarlah proses hukum dan pengadilan yang menyelesaikan,” pungkasnya.

Baca juga: Tergiur Ritual Penggandaan Uang, Warga Kehilangan Rp22 Juta di Mojokerto

Editor : Redaksi



Berita Terkait