Jawa Timur

Waspada Hantavirus! Satu Kasus Terdeteksi di Jawa Timur, Dinkes Minta Warga Jaga Kebersihan

Waspada Hantavirus! Satu Kasus Terdeteksi di Jawa Timur, Dinkes Minta Warga Jaga Kebersihan © mili.id

Mili.id – Dinas Kesehatan Jawa Timur mengonfirmasi adanya satu kasus Hantavirus yang sempat terdeteksi di wilayah Jawa Timur pada awal tahun 2026. Meski demikian, pasien dilaporkan telah sembuh dan hingga kini belum ada laporan tambahan kasus baru.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, dr Erwin Ashta Triyono, menjelaskan kasus tersebut ditemukan pada Januari 2026 setelah pasien menjalani serangkaian pemeriksaan medis di RSUD dr Soetomo Surabaya.

Baca juga: Kejari Surabaya Tangkap Ibu-Anak Buron Korupsi Rp4,75 Miliar, Buron Empat Tahun

“Kalau data dari Kemenkes ada satu pasien bulan Januari. Tapi pasiennya sudah baikan, sudah sembuh,” ujar dr Erwin kepada wartawan di RS Ibu dan Anak IBI Surabaya, Rabu (13/5/2026).

Menurutnya, awalnya pasien didiagnosis mengalami leptospirosis atau penyakit yang dikenal masyarakat sebagai “kencing tikus”. Penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri Leptospira yang ditularkan dari hewan ke manusia.

Namun karena pasien mengalami gejala demam dan kulit menguning, Kementerian Kesehatan kemudian mendorong dilakukan pemeriksaan lanjutan terhadap kemungkinan infeksi Hantavirus. Hasil pemeriksaan menunjukkan pasien dinyatakan positif Hantavirus.

“Kemudian karena demam dan kuning, sehingga sama Menkes didorong untuk pemeriksaan Hantavirus. Dan ternyata positif. Tapi sekarang sudah bagus, sudah tidak ada laporan kasus lagi dari pusat,” jelasnya.

Meski kasus tersebut sempat menjadi perhatian, dr Erwin memastikan kondisi pasien kini telah pulih sepenuhnya. Hingga saat ini, Dinkes Jatim juga belum menerima laporan penambahan kasus serupa di wilayah Jawa Timur.

Namun demikian, pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dengan menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari paparan tikus yang menjadi media utama penularan virus tersebut.

Baca juga: Gerak Cepat Pemkot Surabaya Sidak Gion Spa, Management Kooperatif

“Hantavirus penularannya lewat tikus. Jadi yang paling penting jangan sampai kita terkontaminasi produk-produk yang terkena tikus,” katanya.

Ia menambahkan, hingga kini penularan Hantavirus dari manusia ke manusia masih sangat terbatas dan belum menjadi pola utama penyebaran penyakit tersebut di Indonesia. Karena itu, pengendalian lingkungan menjadi langkah pencegahan paling efektif.

Hantavirus sendiri merupakan kelompok virus yang umumnya ditularkan melalui urine, air liur, atau kotoran tikus yang terhirup manusia. Gejala yang muncul bisa berupa demam, nyeri otot, gangguan pernapasan, hingga gangguan ginjal pada kasus tertentu.

Sejumlah negara juga mulai meningkatkan pengawasan kesehatan setelah ditemukannya beberapa kasus Hantavirus di berbagai wilayah dunia. Di Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan turut memperketat pemantauan dan deteksi dini untuk mencegah penyebaran lebih luas.

Baca juga: Cegah Jukir Tidak Resmi, Dishub Surabaya Tempel Foto Petugas di 819 Titik Parkir

Sebelumnya, Komisi IX DPR RI juga mengimbau masyarakat agar tidak panik menyusul ditemukannya kasus Hantavirus di Jakarta dan beberapa daerah lain. Pemerintah meminta masyarakat tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat sebagai langkah utama pencegahan.

Selain itu, pengawasan kesehatan di sejumlah pintu masuk internasional seperti Bandara Soekarno-Hatta juga mulai diperketat guna mengantisipasi kemungkinan penyebaran penyakit menular dari luar negeri.

Dinas Kesehatan Jawa Timur berharap masyarakat tetap tenang namun tidak lengah. Edukasi mengenai kebersihan lingkungan, pengendalian hama tikus, serta menjaga sanitasi rumah menjadi langkah penting untuk meminimalisasi risiko penularan.

Tag: Hantavirus, Jawa Timur, Dinkes Jatim, RSUD dr Soetomo, Kesehatan, Leptospirosis, Kencing Tikus, Virus Menular, Surabaya, Kemenkes

Editor : Redaksi



Berita Terkait