Flyover Krucuk Cirebon Segera Dibangun, Solusi Atasi Kemacetan dan Tingkatkan Keselamatan

Flyover Krucuk Cirebon Segera Dibangun, Solusi Atasi Kemacetan dan Tingkatkan Keselamatan © mili.id

Mili.id – Pemerintah berencana membangun flyover di kawasan Krucuk, Kota Cirebon, Jawa Barat, sebagai upaya mengatasi kemacetan sekaligus meningkatkan keselamatan di perlintasan kereta api sebidang yang selama ini menjadi titik rawan kepadatan lalu lintas.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon, Gunawan, mengatakan bahwa perlintasan sebidang di Jalan Slamet Riyadi atau kawasan Krucuk merupakan salah satu lokasi dengan volume kendaraan yang tinggi, terutama pada jam-jam sibuk. Keberadaan flyover dinilai menjadi solusi efektif untuk memperlancar arus kendaraan yang selama ini kerap terhambat saat kereta api melintas.

Baca juga: Pria Tanpa Identitas Tewas Tertabrak KA Sanca Utara di Babat Jerawat Surabaya

"Flyover akan dimulai dari kawasan Pilang Raya menuju Jalan Slamet Riyadi karena berada di koridor jalan nasional," ujar Gunawan.

Selama ini, pengguna jalan harus menghentikan kendaraan ketika kereta api melintas. Kondisi tersebut tidak hanya memicu antrean panjang, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan di perlintasan sebidang.

Rencana pembangunan flyover Krucuk telah masuk dalam agenda pemerintah pusat. Proses pembebasan lahan diproyeksikan dimulai pada 2027, sementara tahap konstruksi ditargetkan berlangsung pada 2028.

Vice President PT KAI Daerah Operasi 3 Cirebon, Sigit Winarto, menjelaskan bahwa perlintasan Krucuk menjadi salah satu lokasi prioritas setelah melalui berbagai kajian teknis.

Baca juga: Profesor ITS Kembangkan Model Antrean pada Lintasan Sebidang Kereta Api

"Tahun 2027 diproyeksikan mulai pembebasan lahan, sedangkan konstruksi kemungkinan besar dilaksanakan pada 2028 oleh Kementerian Pekerjaan Umum," kata Sigit.

Berdasarkan kajian awal, flyover tersebut akan memiliki panjang sekitar 400 hingga 450 meter dengan ketinggian mencapai 11 meter. Sekitar 200 meter akan digunakan sebagai jalur tanjakan dan 200 meter lainnya sebagai jalur turunan guna memenuhi standar keselamatan di atas jalur kereta api.

Dengan spesifikasi tersebut, kendaraan diharapkan dapat melintas dengan aman tanpa mengganggu operasional perjalanan kereta api. Proyek ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengurangi titik kemacetan serta meningkatkan keselamatan transportasi di wilayah Cirebon.

Baca juga: Terobos Palang Perlintasan, Dump Truk di Jember Tertabrak Kereta Api Logawa

Pembangunan flyover Krucuk akan didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan melalui Kementerian Pekerjaan Umum. Skema pendanaan ini diharapkan mampu mendukung pelaksanaan proyek secara optimal tanpa membebani anggaran daerah.

Jika terealisasi sesuai jadwal, flyover Krucuk akan menjadi infrastruktur strategis yang mampu memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mengurangi potensi kecelakaan di salah satu perlintasan kereta api tersibuk di Kota Cirebon.

Editor : Redaksi



Berita Terkait