Mili.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar mengajak seluruh masyarakat menjaga kondusivitas dan persatuan menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 yang akan digelar di 30 desa pada 17 kecamatan.
Bupati Blitar Rijanto menegaskan bahwa Pilkades merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus dijalankan dengan menjunjung tinggi kebersamaan. Perbedaan pilihan politik dinilai sebagai hal yang wajar, namun tidak boleh memicu perpecahan di tengah masyarakat.
"Perbedaan pilihan itu biasa dalam demokrasi. Yang penting masyarakat tetap menjaga persaudaraan dan kerukunan setelah pemilihan selesai," ujar Rijanto.
Ia menilai kepala desa memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan di tingkat desa. Oleh karena itu, masyarakat diminta menggunakan hak pilih secara bijaksana serta ikut mengawal seluruh tahapan Pilkades agar berjalan sesuai ketentuan.
Selain itu, Rijanto juga meminta panitia penyelenggara Pilkades di masing-masing desa bekerja secara profesional dan menjaga netralitas selama proses pemilihan berlangsung. Dengan demikian, hasil pemilihan diharapkan benar-benar mencerminkan aspirasi masyarakat.
"Pilkades harus menjadi sarana melahirkan pemimpin desa yang amanah dan mampu membawa kemajuan bagi masyarakat," katanya.
Saat ini tahapan Pilkades Serentak 2026 telah mulai berjalan. Pemkab Blitar bersama instansi terkait akan terus melakukan pendampingan dan pengawasan agar seluruh proses berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga hari pemungutan suara.
Rijanto berharap Pilkades tidak hanya menghasilkan kepala desa terpilih, tetapi juga mampu memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa.
"Siapa pun yang terpilih nantinya harus mendapat dukungan bersama. Tujuannya satu, yaitu membangun desa agar semakin maju dan sejahtera," pungkasnya.
Editor : Redaksi
